Kartunis Semarang Gelar Reuni dan Pameran Kartun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO InteraktifSemarang - Semarang Cartoon Club (SECAC) atau Klub Kartunis Semarang, Jawa Tengah, akan menggelar reuni dan pameran karya-karya kartun. Salah satu panitia, Koesnan Hoesi, menyatakan, acara tersebut dilatarbelakangi semakin minimnya kartunis yang ada di Semarang. "Padahal, pada tahun 1980-an, banyak sekali kartunis di Semarang. Para kartunis yang saat ini berkarya juga banyak yang dari Semarang," kata Koesnan kepada Tempo, Ahad (23/1).

     

    Para kartunis di Semarang menginginkan adanya kebangkitan karya-karya kartun dari kota itu seperti pada 1980-an. Saat itu, kartunis di Semarang jumlahnya mencapai 400 orang . "90 persen kartunis di Indonesia berasal dari Semarang. Sekarang kartunis Semarang hampir habis," ujar Koesnan, yang juga kartunis Koran Wawasan Semarang tersebut.

     

    Koesnan menyatakan, beberapa kartunis asal Semarang, antara lain, Jitet Koestana (kartunis Kompas), Leak Kustiya (kini Pemimpin Redaksi Jawa Pos), Priyanto Sunarto (Pris kartunis Majalah Tempo), Ramly Badruddin, dan Prie GS.

     

    Selain ingin membangkitkan karya kartun, Semarang Cartoon Club juga ingin membuat adanya ruang berkumpul para kartunis yang sebelumnya sudah lama bergiat di Semarang. "Agar teman-teman bisa kumpul lagi untuk nostalgia," katanya. Mereka meninggalkan Semarang karena sudah mendapatkan tempat kerja di tempat lain.

     

    Reuni para kartunis Semarang juga akan diselingi dengan acara pameran. "Pameran ini diikuti oleh anggita SECAC sepanjang zaman untuk seluruh penggemar dunia kartun," kata Koesnan.

     

    Pameran digelar sepanjang 26 Februari hingga 5 Maret 2011. Tema pameran adalah "Indonesia Today". Panitia membebaskan peserta dalam memilih media dan teknik. Adapun media kertas ukuran maksimal A3. Sedangkan untuk media kanvas berukuran tidak dibatasi. Alamat penerimaan karya adalah di Galeri Merak Suara Medeka, Jalan Merak 11 A, Semarang 50129. "Deadline penerimaan karya pada 21 Februari 2011".

     

    Salah satu kartunis Semarang Abdullah Ibnu Tholkah menyatakan Semarang memiliki sejarah kejayaan dalam karya kartun hingga ke dunia internasional. "Dulu banyak pameran-pameran kartun yang tingkatannya sudah internasional," ujarnya. Namun, kini Semarang sudah jarang melahirkan kartunis yang berbobot. Diharapkan dari acara ini ada pertemuan antara kartunis senior dengan kartunis muda sehingga bisa saling belajar.

     

    Sebelumnya, dalam rangka Semarang Arts Fest juga ada acara pameran kartun pada Oktober-Desember tahun lalu. Saat itu, juga digelar malam penganugerahan gelar "Empu Kartunis Indonesia" kepada empat kartunis senior. Mereka adalah Goenawan Pranyoto "wayang mBeling"; GM Sudharta "Om Pasikom"; Pramono R Pramoedjo "Si Keong"; dan Dwi Koendoro "Panji Koming".

     

     

    ROFIUDDIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.