Nadal Gantikan Ronaldo Jadi Model Armani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristiano Ronaldo. REUTERS/Albert Gea

    Cristiano Ronaldo. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Rafael Nadal, 24 tahun, yang saat ini menjadi petenis nomor satu dunia, menanggalkan pakaiannya untuk kampanye terbaru pakaian dalam Emporio Armani. Model Armani sebelumnya adalah David Beckham dan Cristiano Ronaldo.

    Dalam gambar hitam dan putih, yang diambil Mert Alas dan Marcus Piggot, Nadal terlihat memamerkan otot fisiknya dalam celana Armani ketat.

    Terkait penunjukan Nadal sebagai model baru pakaian dalam Armani, Roberta Armani mengatakan: "Dia selalu memilih pakaian yang menarik untuk tenis, seperti celana panjang atau baju lengan panjang di lapangan. Dia memakai banyak warna."

    "Dia bukan hanya olahragawan luar biasa, tetapi juga seorang seniman. Saya begitu bangga ia bergabung."

    Keputusan Nadal untuk menerima tawaran itu mengejutkan jutaan penggemarnya karena pemain Spanyol itu selalu dikenal akan sikap pemalu dan pendiamnya.

    Namun, dia jelas tidak ragu melepaskan pakaiannya di iklan itu, di mana ia tampil dengan mantan aktris Transformers Megan Fox.

    Kampanye ini adalah yang terbaru dalam serangkaian kesepakatan menguntungkan bagi Nadal, yang diduga telah mendapatkan US$ 37 juta (Rp 456 miliar) sejak ia menjadi pemain tenis profesional pada tahun 2001.

    Selain itu, majalah Forbes melaporkan bahwa Nadal memperoleh tambahan US$ 21 juta (Rp 259 miliar) dalam 12-bulan melalui dukungan termasuk Nike, produsen raket tenis Perancis Babolat dan perusahaan asuransi terbesar Spanyol Mapfre SA.

    Iklan Nadal, bersama dengan gambar seksi dari Megan Fox, akan merupakan bagian dari kampanye musim semi 2011 dan akan muncul di papan reklame mulai bulan depan.


    DAILY MAIL | EZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.