Pelawak Gorontalo Berterima Kasih Pada Gayus Tambunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bona Paputungan menyanyikan lagu Andai Aku Gayus Tambunan. Foto:newoes.com

    Bona Paputungan menyanyikan lagu Andai Aku Gayus Tambunan. Foto:newoes.com

    TEMPO Interaktif, Gorontalo  - ”Pa Kuni Brother”, grup lawak lokal di Gorontalo yang menjadi pemeran video klip dalam lagu Bona Paputungan ”Andai Aku Gayus”, mengucapkan terima kasih kepada terdakwa mafia pajak, Gayus Tambunan.

     
    Hasdin Danial, 47 tahun, salah seorang personil ”Pa Kuni Brother” mengakui, sejak lagu ”Andai Aku Gayus” meledak dan makin banyak diputar di televisi swasta nasional hingga infotainmen, mereka ikut dikenal meski hanya di tingkat Gorontalo. ”Berkat video klip Andai Aku Gayus itu kami makin banyak dikenal di Gorontalo. Tidak hanya Bona Paputungan, kami pun bahkan sering dipanggil Gayus,” kata Hasdin Danial yang juga dikenal sebagai Pa Kuni itu kepada Tempo, Kamis (20/1).


    Yusdin Danial, 41 tahun, personil lainnya mengungkapkan, ketika infotainmen mulai memberitakan lagu Bona ”Andai Aku Gayus”, ia banyak menerima telepon dan pesan singkat dari keluarga jauh hingga rekan-rekan kerja. ” Mereka hanya memberitahu kalau kami masuk televisi di Jakarta. Padahal kan kami sudah sering masuk TV di Gorontalo,” ujar Sofyan sambil tertawa.


    Berkat memerankan video klip ” Andai Aku Gayus” yang kini terus menjadi bahan perbincangan, nilai tawar mereka tampil di televisi lokal untuk mengisi acara lawak semakin tinggi. ” Kami menguncapkan terima kasih saja pada Gayus ,” tambah Djabir Danial, personil lainnya sambil tertawa.


    Pa Kuni Brother, adalah grup lawak di Gorontalo yang dibentuk sejak tahun 2003 silam. Mereka adalah empat orang kakak beradik yang sering tampil diacara televisi lokal Gorontalo.


    Keempat personil itu adalah Hasdin Danial (47) yang dikenal sebagai Pa Kuni, Djabir Danial (48) sebagai Ka Ita Nyonyo, Sofyan Danial (45) sebagai Ka Haya, dan Yusdin Danial (41) sebagai Pa Ade.


    Dalam video klip ”Andai Aku Gayus”, Pa Kuni dan Ka Ita Nyonyo berperan sebagai penjaga lembaga pemasyarakatan yang disogok uang Rp 50.000 oleh Bona ”Gayus” Paputungan. Sementara Ka Haya dan Pa Ade berperan sebagai narapidana yang melihat permainan ”Gayus” menyogok penjaga Lapas.


    Meski demikian, ketika mengetahui bahwa terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan hanya divonis tujuh tahun penjara oleh hakim, mereka kaget dan merasa bahwa hukum memang tidak adil bagi rakyat kecil. ” Ini tidak adil. Tujuh tahun itu hanya kecil untuk kasus seperti Gayus Tambunan,” tandas mereka.

    CHRISTOPEL PAINO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.