Pindah ke Ancol, Konser Iron Maiden Tetap Targetkan 50 Ribu Penonton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Konser Iron Maiden yang sedianya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dipindahkan ke Pantai Carnaval Ancol Jakarta. Pertunjukan musik bertajuk "The Final Frontier World Tour 2011 Live Concert" ini akan digelar pada 17 Febuari 2011 mendatang. Selain di Jakarta, band beraliran heavy metal dari London, Inggris, ini juga akan beraksi di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, pada 20 Febuari 2011.

     

    "Tanggal 5 Januari lalu, pihak GBK memberitahu lewat surat bahwa stadion akan digunakan untuk penyelenggaraan sepakbola pra olimpiade,” kata promotor Original Production, Tommy Pratama, dalam jumpa wartawan di Citywalk, Jakarta, kemarin. Tommy menambahkan, karena enggan mengambil resiko bentrokan jadwal, maka pihak Original memindahkan venue ke Ancol.

     

    Perubahan itu justru menjadi angin segar bagi penyelenggara, karena pantai Carnaval Ancol tak kalah besar kapasitasnya. "Guna memanfaatkan itu, kami menargetkan jumlah penonton mulai dari 25 ribu sampai 50 ribu," ujar Tommy.

     

    Hingga kini, menurut Tommy, penjualan tiket sudah mencapai 60 persen. "Kalau penjualan tiket konser di Bali justru sudah habis, karena memang banyak turis yang ingin nonton," katanya menjelaskan .

     

    Harga tiket konser dibagi dalam tiga kelompok. Untuk festival A, dihargai sebesar Rp. 750 ribu, Festival B seharga Rp 550 ribu, dan Festival C dipatok Rp. 350 ribu.

     

    Dalam tur konser promosi album ke-15 mereka, The Final Frontier, tersebut, Iron Maiden akan mempersembahkan 19 nomor lagu. Namun, Tommy mengungkapkan tim produksi Iron Maiden harus memikirkan ulang kekuatan sound karena perpindahan lokasi tersebut. "Kalau hujan justru tidak masalah. Hanya masalah angin kencang yang mempengaruhi daya sound mereka, itu yang menjadi pertimbangan mereka," kata Tommy.

     

    Bruce Dickinson dan kru Iron Maiden akan membawa peralatannya sendiri yang diperkirakan beratnya mencapai 25 ton. Yang menarik grup musik cadas ini selalu menggunakan Ed Force One, pesawat Boeing 757, untuk memboyong peralatan mereka. Dan sang vokalis Bruce Dickinson sendiri yang menjadi pilot pesawat itu.

     

     

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.