Jero Wacik: Indonesia Berduka Untuk Elfa Seciora  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jero Wacik. TEMPO/ Subekti

    Jero Wacik. TEMPO/ Subekti

    TEMPO Interaktif, BEKASI - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya musisi ternama Elfa Secioria Hasbullah.

    "Saya, mewakili jajaran pemerintah RI menyampaikan rasa berduka yang mendalam terhadap keluarga," ujarnya usai mendatangi rumah duka di Jalan Duta IX nomor 15, Perumahan Kemang Pratama, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 8 Januari 2011 malam.

    Jero mengatakan, bangsa Indonesia sekali lagi kehilangan salah satu seniman terbaiknya. Elfa merupakan salah satu seniman yang diakui dunia melalui karyanya sebagai musisi.

    "Selama enam tahun saya menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Budaya, sering sekali saya mendengar berbagai pujian datang dari sejumlah perwakilan negara di dunia terhadap Elfa melalui karyanya," ujarnya.

    Jero mengaku pernah mengingatkan Elfa untuk menjaga kesehatan sebelum pria kelahiran Garut, Jawa Barat, pada 20 Februari 1959 itu tutup usia pada Sabtu (8/1) sekitar pukul 17.00 WIB di RS Pertamina, Jakarta.

    "Saya sempat berdialog terkait kesehatan almarhum baru-baru ini dalam sebuah festival musik. Saya sempat menyinggung kesehatan beliau yang terkesan menurun. Saya melihat, situasi ini akibat almarhum lupa akan kesehatan," katanya.

    Jero menambahkan, pihaknya merencanakan segera memberikan penghargaan terhadap almarhum yang meninggalkan lima anak dan satu istri tersebut atas segala jasanya dalam bidang musik di Indonesia.

    "Kita akan pikirkan dan memberi penghargaan kepada almarhum atas jasanya bagi negeri ini. Saya akan tinjau dulu berapa karya yang akan dihasilkannya. Hal ini juga untuk memberi dorongan kepada musisi lainnya guna mengikuti jejak sukses karir dari Elfa," katanya.

    WDA | ANT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.