Ariel Dituntut Lima Tahun Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nazriel Irham sebelum memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat,  (6/1). Jaksa akan membacakan tuntutannya pada Nazriel Irham. TEMPO/Prima Mulia

    Nazriel Irham sebelum memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, (6/1). Jaksa akan membacakan tuntutannya pada Nazriel Irham. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Nazriel Irham alias Ariel Peterpan agaknya masih harus bersabar dengan kasus video porno yang dialaminya. Jaksa Rusmanto menuntutnya lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

    Tuntutan itu dibacakan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (6/1) siang ini.Naskah tuntuan dibacakan bergantian oleh tim jaksa penuntut dalam sidang tertutup untuk umum di ruang Kresna.

    Dari sejumlah pasal yang didakwakan, Ariel hanya dituntut berdasarkan pasal Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. "Dari pemeriksaan persidangan, dakwaan jaksa yang terbukti hanya pasal 29 juncto Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto pasal 56 ke-2 KUHP," kata Rusmanto seusai sidang.

    Tuntutan atas Ariel tersebut, Rusmanto melanjutkan sudah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. "Yang memberatkan terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum,"kata Rusmanto.

    Atas tuntutan jaksa, penasehat hukum terdakwa, O.C. Kaligis memastikan pihaknya akan melakukan pembelaan. "Kami akan menyampaikan pembelaan hari Kamis minggu depan tanggal 13 Januari. (Berkas) Pembelaannya sudah siap,"kata dia seusai sidang.

    Sebelumnya, dalam dakwaan Ariel tak cuma dijerat Undang-Undang tentang Pornografi. Tapi juga pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 56 ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ketiga, pasal 282 ayat (1) jo pasal 56 ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    Sidang pembacaan tuntutan berlangsung selama 2,5 jam, mulai pukul 09.30. Selama sidang, puluhan massa Aliansi Masyarakat Penolak Iblis Pornografi berdemo di halaman Pengadilan.

    Mereka berorasi mengutuk pornografi, sambil memajang sejumlkah poster yang antara lain berbunyi: "Hakim jangan mau selingkuh dengan Ariel", "Ariel Taubatlah siksa di akhir nanti lebih kejam" . " Ariel bebas? O, tidak bisa." Namun sebelum sidang berakhir, mereka membubarkan diri.

    ERICK P HARDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.