Rap Jawa Merambah Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jogja Hip Hop Foundation, tampil di @America Pasific Place Mall,kawasan SCBD Jakarta (22/12/10) TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    Jogja Hip Hop Foundation, tampil di @America Pasific Place Mall,kawasan SCBD Jakarta (22/12/10) TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Untuk pertama kalinya Jogja Hip Hop Foundation mendapat kesempatan beraksi di Amerika Serikat. Mereka akan mengenalkan rap berlirik bahasa Jawa ini di depan penikmat musik hip hop di New York dan San Fransisco, sepanjang 11 hingga 20 Januari 2011 mendatang.

     

    "Tak ada persiapan khusus. Kami nyanyi saja seperti biasanya," ujar Marzuki, pendiri Jogja Hip Hop Foundation, di Jakarta kemarin. Menurut Marzuki, awalnya beberapa direktur festival dari negeri Abang Sam bertandang ke Jogja untuk mencari kelompok-kelompok seni kontemporer beberapa bulan lalu. Mereka mengumpulkan seniman-seniman Jogja termasuk Jogja Hiphop Foundation ini.

     

    Saat wawancara dan ditanya konsep pertunjukan, justru grup yang beranggotakan 5 vokalis rap dan 1 disc jokey ini tak memiliki konsep apapun tentang seni kontemporer. "Kami seneng-seneng nyanyi saja," ujar Marzuki di sela pentas terbatas di @America, Pacific Place, Jakarta. Namun, justru tanpa konsep dan terlihat sangat unik inilah, Asia Society berani mengundang mereka ke Amerika Serikat.

     

    Sebelum berangkat ke Amerika, mereka mengawalinya dengan konser terbatas di @America, Pacific Place, tadi malam. Mereka membawakan sepuluh lagu, antara lain, Cicak Nguntal Boyo, Cintamu Sepahit Topi Miring, Gangsta Gapi, Jula Juli Prek, Rep Kedhep, Jula Juli Lolypop, Ora Cucul Ora Ngebul. Sebagai puncak, mereka mengeluarkan lagu yang sedang hits lantaran tuntutan warga Yogyakarta terhadap keistimewaan daerah tersebut, yaitu Jogja Istimewa. Sambutan penonton sangat meriah. Meski tak semuanya memahami bahasa Jawa, mereka terlihat menikmati lirik-lirik unik rap itu.

     

    Jogja Hip Hop Foundation atau Yayasan Berkata-kata Cepat adalah grup rap berlirik bahasa Jawa yang dibentuk pada 2003 lalu. Mereka mengolah serat Centhini atau mantra-mantra Jawa sebagai lirik lagu mereka. "Tidak sulit bagi lidah kami untuk berkata cepat dalam bahasa Jawa. Ini lebih pas," ujar Marzuki disertai gelak tawa penonton.

     

     

    ISMI WAHID


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.