Gwen, Gadis Tanpa Mata dan Mulut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karya A.C. Andre Tanama,

    Karya A.C. Andre Tanama, "Ocean Cry", yang dipamerkan dalam "The Tales of Gwen Silent" di Bentara Budaya, Yogyakarta, 17-27 Desember 2010

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta -Seniman Yogyakarta, AC Andre Tanama, mengangkat cerita seorang gadis kecil bernama Gwen dalam sejumlah lukisan grafis dan patung. Dalam pameran "The Tales of Gwen Silent" yang digelar di Bentara Budaya, Yogyakarta, selama 17-27 Desember, itu juga diluncurkan buku The Tales of Gwen Silent, yang ditulis Vera Wijaya, Adinto Fajar, Nia Dianti, dan Sukma Swarga Tiba.

    Selain itu, pameran ini juga memutar video animasi Gwen Silent karya Hizaro, animator dari Open Studio Society, dan Andre.

    Takoh Gwen itu tak punya mata dan mulut. Siapa Gwen? "Cerminan diri saya dalam sisi yang berbeda," kata Andre pada Rabu (22/12).

    Pameran ini merupakan kelanjutan dari "Wayang Monyong", yang dipamerkan Andre pada 2006 di Trienal Seni Grafis Indonesia di Jakarta. Di beberapa sosok Gwen dalam pameran kali ini, Andre masih menampilkan sosok Wayang Monyong.

    Andre adalah perupa kelahiran Yogyakarta, 28 Maret 1982, dan lulusan Jurusan Seni Rupa Murni Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Perupa yang telah lima kali berpameran tunggal sejak 2004 itu juga menerima banyak penghargaan, termasuk Penghargaan Academic Art Award I dari ISI Yogyakarta dan Jogja Gallery.

    Anang Zakaria


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.