James Van Der Beek Pamerkan Putri Pertamanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Van Der Beek. AP/Jeff Christensen

    James Van Der Beek. AP/Jeff Christensen

    TEMPO Interaktif, Los Angeles - Masih ingat James Van Der Beek pemeran Dawson Leery di serial remaja Dawson's Creek ? Ya, si Dawson yang pernah membuat gadis abg menjerit-jerit saat melihatnya pada 13 tahun lalu itu kini sudah menjadi ayah, seperti halnya Katie Holmes, lawan mainnya.

    Van Der Beek, 33, bersama istrinya, Kimberly Brook sebenarnya sudah melahirkan putri kecil mereka bernama Olivia pada 25 September lalu. Tapi ia baru memamerkan kepada People, kemarin.

    Menurut Van Der Beek, ada alasan ia memberikan putrinya nama tersebut. “Dia seperti Olivia,”katanya. “Ada pohon olivia di Israel yang sangat berarti bagi kami.” Brook, 28, seorang konsultan bisnis, menambahkan, mereka bertemu pertama kali di bawah pohon itu “Kami kembali ke pohon itu ketika saya hamil.”

    Olivia merupakan perpaduan apik dari pasangan itu. Ia memiliki rambut ibunya yang merah kecoklatan dan mata hijau ayahnya. Van Der Beek dengan bangga mengatakan ia sangat ahli menimbang sang bayi. “Dalam hal menyusui, dia jauh lebih baik dari saya,”ujarnya melucu.

    Van Der Beek mengatakan, pengalamannya memiliki bayi ini membuatnya 'ketumpahan' beragam nasihat cara merawat anak. Ia mengakui, mengasuh bayi tak semudah yang dipikirkan. “Semua nasihat itu amat membantu saya mengurangi nervous,”katanya. Sekarang, “Saya lebih kalem.”

    Sebelum menikah dengan Brook, Van Der Beek pernah menikahi aktris Heather McComb pada Juli 2003. Pernikahan tanpa anak itu berakhir pada November 2009. Pada 9 April lalu, melalui akun microbloggingnya, Van Der Beek mengatakan ia dan kekasihnya, Brook akan memiliki anak pertama mereka. Mereka menikah pada 1 Agustus lalu di Pusat Kabbalah dekat Plaza Dizengoff di Tel Aviv, Israel. PEOPLE|ISTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.