Doa Merapi Anggito Abimanyu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggito Abimanyu. ANTARA/Rosa Panggabean

    Anggito Abimanyu. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO Interaktif, Suara flute yang ditiup Anggito Abimanyu menyihir perhatian penonton. Dalam sebuah acara peringatan ulang tahun sebuah koran nasional di Puri Agung, Jakarta Selatan, mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini menunjukkan kemampuannya bermain flute, berkolaborasi dengan Djaduk Ferianto dan Kua Etnika. Dengan nada mendayu, lagu yang diciptakannya itu berjudul Doa Merapi.

    "Ini lagu yang diciptakan spontan persis tanggal 5 November lalu ketika erupsi Merapi sedang besar-besarnya. Saya merenung sebentar, coret-coret kertas jadilah lagunya," kata ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tersebut. Malam itu, Tito--demikian ia biasa disapa--mengenakan batik bermotif burung garuda warna biru dan celana panjang hitam. Di atas panggung, aksinya bermain flute mengalun syahdu penuh keharuan. 

    Peraih gelar master science dari University of Pennsylvania Philadelphia, Amerika Serikat, ini dengan mimik wajah prihatin menuturkan bahwa lagu tersebut berisi ajakan untuk bersikap tabah menerima ujian atau cobaan dari Tuhan. "Tapi, sisi baiknya, kita pun harus menganggap musibah ini sebagai anugerah Tuhan, yang berarti, Dia sayang kepada kita," ujarnya, sebelum berlalu.  
     
    HADRIANI P




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.