Walau Hujan Deras, Malam Puncak FFPM Tetap Meriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Film Pelajar Maros

    Festival Film Pelajar Maros

    TEMPO Interaktif, Maros  - Meski kota Maros diguyur hujan, puncak acara Festival Film Pelajar Maros (FFPM) yang diadakan Lembaga Seni Lontara Maros bekerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros,  tetap berlangsung di Pelataran Kedai Coklat, Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (6/12).


    Pemutaran film ini cukup memancing perhatian masyarakat, utamanya kalangan pelajar yang memadati halaman depan Kedai Coklat Maros.

     

    Film-film garapan para pelajar Maros yang diputar itu, yakni "Mate Bale" karya SMKN 2 Maros, "3G (Gara-Gara Gaul)" karya SMA Angkasa, "Bad Day For Epin" karya SMAN 1 Bantimurung, "Cinta yang Praktis" karya SMAN 1 Bontoa, "Sepeda Seperjuanganku" karya SMAN 2 Model Maros, "5 HP 7 Hati" karya SMA PGRI Maros, "Toilet Cinta" karya SMA/MA DDI Alliritengngae Maros.

    Meski langit tumpah hujan, namun pemutaran karya-karya film ini tetap mendapat sambutan yang luar biasa. Sebagai apresiasi terhadap karya sineas muda Maros tersebut, penyelenggara memberikan penganugerahan berbentuk award untuk penggarapan film terbaik.

     

    Penghargaan itu untuk sutradara, kameraman, artistik, audio, skenario, editing dan film favorit. Film pendek yang diputarkan dalam Festival ini merupakan hasil Film Maker Workshop yang diadakan sejak 30 Oktober hingga 24 November 2010 dengan dibimbing Tentor dari Forum Film Makassar (ForFilm).

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ilhamsyah Azikin, mengungkapkan, bahwa film-film karya pelajar Maros ini merupakan karya membanggakan yang dimiliki Maros.

    "Sehingga dari langkah ini, Maros Insya Allah akan disiapkan menjadi Tuan Rumah Festival Film Pelajar Se-Seulsel 2011, mendatang” ujar Azikin seusai menyerahkan award untuk para pemenang.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Maros, Lory Hendrajaya, yang juga pemerhati seni, mengemukakan bahwa catatan penting dari FFPM 2010 ini adalah selain menghasilkan karya yang luar biasa, juga menjadi ajang kreativitas yang tak terbendung.

    "Tidak ada alasan buat Pemerintah Kabupaten Maros untuk tidak menjadikan seni sebagai prioritas pengembangan dan pembinaan generasi muda. Oleh karena itu, seni dan budaya perlu penganggaran yang baik dan jelas,” kata Lory.

    Diakhir acara puncak FFPM, dicanangkan gerakan Maros Go Creative. Pencanangan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros Ilhamsyah Azikin bersama anggota DPRD Maros Lory Hendrajaya, dan sejumlah DPRD Maros yang hadir.

    Ketua Panitia FFPM 2010, Takdir Mastur, selaku inisiator pencanangan program Maros Go Creative menjelaskan, bhwa gerakan Maros Go Creative ini diharapkan mampu memacu semangat kreativitas dan memupuk jiwa senidi kalangan pemuda Maros.

     

    JUMADI

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.