Ketua Komite FFI Niniek L. Karim Mengundurkan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Niniek L. Karim TEMPO/ Novi Kartika

    Niniek L. Karim TEMPO/ Novi Kartika

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Usai pemecatan dewan juri yang dilakukan Komite Festival Film Indonesia (KFFI) pada Kamis lalu, Niniek L. Karim mengeluarkan reaksi yang mengejutkan. Kehadirannya dalam jumpa wartawan yang digelar para dewan juri yang dipecat di Gedung Film Pancoran, malam ini, Ketua KFFI itu mengutarakan niat pengunduran dirinya.


    "Saya pikir saya merasa gagal dalam memenuhi harapan yang telah dipercayakan pada saya untuk membenahi FFI dan menjadikannya rumah yang hangat untuk orang-orang film," ujar Niniek.


    Setelah memberikan selamat atas pengumuman versi juri yang dipecat, Niniek mengatakan akan mengajukan permohonan pengunduran diri itu secara resmi. "Tadi sore saya secara lisan telah mengajukan permohonan ini pada Pak Menteri Jero Wacik, dan akan membuat surat resminya kemudian," katanya.


    Menurut Niniek, kisruh yang selama ini melanda antara dewan juri, komite seleksi, dan KFFI, dirasakan juga dalam tubuh KFFI sendiri. "Beberapa hal ada yang tak sepaham saat rapat-rapat dan pengambilan keputusan, seperti kealpaan saya di Batam pekan lalu," ujarnya.


    Niniek menjelaskan ketidakhadirannya saat pembacaan nominasi di Batam karena ketidaksetujuannya pada penyelenggaraan FFI dalam acara musik Dahsyat. Niniek ingin acara FFI dibuat secara terpisah dan lebih elegan, sebagai bentuk penghormatan FFi itu sendiri.


    Sebagai bentuk konsistensi pengunduran dirinya, Niniek pun memastikan dirinya tidak akan hadir dalam perhelatan malam puncak FFI yang akan digelar di Central Park Ballroom, Jakarta, Senin malam (6/12) mendatang.



    AGUSLIA HIDAYAH


  • FFI
  •  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.