Dewan Juri yang Dipecat Menangkan Sang Pencerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sang Pencerah

    Sang Pencerah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dewan juri yang dipecat Komite Festival Film Indonesia memilih Sang Pencerah sebagai Film Terbaik. Dewan juri yang terdiri dari Jujur Prananto, Nur Hidayat, Seno Gumira Adjidarma, Anto Hoed, Rima Melati, Marselli Sumarno, dan Salim Said itu juga memenangkan film karya Hanung Bramantyo itu dalam sembilan kategori, antara lain, sutradara terbaik, skenario terbaik, sinematografi, penata artistik, penata suara, penata musik, penyuntingan, pemeran utama pria, dan pemeran pendukung pria.


    “Inilah hasil kerja kami selama ini. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, agar tidak ada yang menyangka bahwa kerja kami buruk,” kata Jujur Prananto dalam jumpa wartawan di Gedung Film, Jakarta, tadi sore.



    Berikut Pemenang Festival Film Indonesia 2010 versi dewan juri yang dipecat:


    Sutradara Terbaik: Hanung Bramantyo (Sang Pencerah)

    Skenario Terbaik: Hanung Bramantyo (Sang pencerah)

    Skenario Adaptasi Terbaik: 3 hati 2 Dunia 1 Cinta

    Sinematografi Terbaik : Faozan Rizal (Sang Pencerah)

    Artistik Terbaik: Alan Sebastian (Sang Pencerah)

    Penata Suara Terbaik: Satrio Budiono dan Trisno (Sang Pencerah)

    Penata Musik Terbaik: Tya Subiakto (Sang Pencerah)

    Penyuntingan: Wawan I. Wibowo (Sang Pencerah)

    Pemeran Utama Pria Terbaik: Lukman Sardi (Sang Pencerah)

    Pemeran Utama Wanita Terbaik: Olivia Lubis Jane (Cinta 2 Hati)

    Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Rasyid Karim (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)

    Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Kimmy Jayanti (I Know What you Did On Facebook)

    Film Terbaik Cerita Panjang: Sang Pencerah (Multivision Pictures)



    AGUSLIA HIDAYAH


  • FFI
  •  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?