Diprotes Kelompok Katolik, Smithsonian Copot Video Seni  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video seni karya David Wojnarowicz. (CNSNews.com/Penny Starr)

    Video seni karya David Wojnarowicz. (CNSNews.com/Penny Starr)

    TEMPO Interaktif, Washington  - Smithsonian National Portrait Gallery di Washington, Amerika Serikat, buru-buru mencopot sebuah video seni karya David Wojnarowicz, yang merupakan bagian dari pameran "Hide/Seek" yang sedang berlangsung, setelah diprotes Catholic League pimpinan Bill Donohue pada Selasa (30/11) lalu.

    Donohue mengatakan, video yang menggambarkan semut-semut mengerubuti sebuah patung Yesus disalib itu merupakan "ungkapan kebencian" dan dirancang untuk menghina kaum Kristen. "Ini bukan pertama kalinya Smithsonian menghina kami," katanya. "Mengapa pemerintah membayar untuk ini? Berani-beraninya mereka mengambil uang kami untuk mendanai serangan (terhadap agama kami)."

    Smithsonian memang menerima dana publik untuk menggaji karyawan dan memelihara fasilitasnya, tapi pameran nini didanai swasta.

    David Wojnarowicz adalah seniman gay yang meninggal karena penyakit yang terkait AIDS pada 1992. Sebagai bagian dari pameran "Hide/Seek", Galeri menampilkan nukilan sepanjang empat menit dari video "A Fire in My Belly" karya Wojnarowicz. Video itu dibuat untuk menghormati Peter Hujar, seniman dan kekasih Wojnarowicz yang meninggal karena komplikasi AIDS pada 1987.

    Tidak biasanya Smithsonian tunduk pada protes publik begitu cepat, dan para kurator juga sudah sadar bahwa pameran ini akan kontroversial. Jurubicara Smithsonian, Linda St. Thomas mengatakan, museumnya cepat tanggap terhadap masyarakat pengunjung tapi tetap memihak pameran secara keseluruhan.

    Direktur National Portrait Gallery, Martin Sullivan, mengatakan bahwa karya Wojnarowicz hendak menggambarkan penderitaan korban AIDS. Museum, katanya, tak berniat menghina siapa pun. "Saya mohon maaf atas laporan-laporan tentang pameran ini yang menciptakan kesan seolah-olah video itu sengaja mencemarkan kesucian," kata Sullivan.

    Iwank | AP


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.