FPI: Kalau Miyabi Mau Belajar Ngaji, Kami Terima

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miyabi

    Miyabi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bintang film Jepang Maria Ozawa alias Miyabi akan tiba di Jakarta hari ini. "Dari jadwal flight, dia tiba siang ini," kata produser rumah produksi Maxima, Ody Hidayat, Senin (29/11).

    Kunjungan itu bagian dari promosi film terbaru Maxima, Hantu Tanah Kusir. Di film itu, Miyabi menggunakan nama alias, Pauleen.

    Namun rencana itu mendapat tentangan. Sebanyak 500 anggota Front Pembela Islam berdemonstrasi di Bandar Udara Soekarno-Hatta untuk menolak kedatangan aktris yang membintangi 130 film porno sejak 2005 itu. "Karena kuatir membuat pornografi semakin menyebar," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah FPI Jakarta, Salim bin Umar Alatas atau biasa disapa Habis Selon.

    Akibat unjuk rasa itu, Ody menjadwal ulang agenda. Aktris 24 tahun itu kemungkinan besar akan membatalkan konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta malam ini.
    Namun dia memastikan Miyabi tetap datang ke Indonesia karena sudah terikat kontrak. "Mungkin akan dialihkan ke Bali, tapi belum pasti juga," kata Ody.

    Jika tidak ada aral melintang, selain promosi film dari bioskop ke bioskop, aktris berdarah Jepang-Perancis itu juga akan mengunjungi pengungsi Merapi di Yogyakarta. "Dia juga ingin bertemu dengan FPI untuk mengetahui apa yang jadi masalah mereka," kata Ody.

    FPI menolak rencana silaturahmi itu. "Tidak ada toleransi," kata Habib Selon. Dia hanya mau menerima Miyabi jika bintang itu masuk Islam dan mengenakan jilbab. "Kalau mau datang belajar mengaji, kami akan terima dengan baik," katanya.

    Jika Miyabi ngotot datang, dia melanjutkan, anggota FPI akan menggeruduk lokasi keberadaannya. "Kami akan kirim langsung ke bandara, suruh naik pesawat," ujar Selon.

    Ody belum bisa memastikan agenda Miyabi. "Karena penolakan ini, semuanya jadi berubah," katanya.

    REZA M


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.