Istri Hamil, Pay Rajin Berselancar di Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cynthia Dewi Bayu Wardhani alias Dewiq (kanan) dan Parlin Burman Siburian alias Pay pada 2007. TEMPO/ Fransiskus S.

    Cynthia Dewi Bayu Wardhani alias Dewiq (kanan) dan Parlin Burman Siburian alias Pay pada 2007. TEMPO/ Fransiskus S.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Musisi Parlin Burman Siburian atau lebih dikenal Pay sedang berbahagia. Kurang dari tujuh bulan lagi, ada kemungkinan akan memiliki momongan yang sudah lama diidam-idamkan.

    Sebab istrinya, Anastasya Pricillia yang dinikahi Pay menjelang akhir September lalu, sudah lebih dua bulan ini mengandung. "Gue minta doa restu semoga sehat," kata Pay di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, (26/11).

    Pay mengimpikan momen seperti ini sejak masih berstatus suami Dewiq. Namun, selama enam tahun menunggu, momen ini tidak kunjung terwujud.

    Peluang mendapat momongan justru terbuka setelah Pay menikahi gadis yang berusia 15 tahun lebih muda. Kurang dari sebulan menikah, sang istri sudah berbadan dua. "Yang jelas, enggak bisa diungkapin dengan kata-kata," tutur Pay saat mencoba menggambarkan perasaannya. Ia mengatakan, perasaan seperti ini pernah ada pada orang-orang yang akan memiliki momongan kali pertama.

    Untungnya, Pay termasuk laki-laki yang mau belajar jadi suami idaman. Terbukti, Pay jadi lebih rajin berselancar di internet mencari informasi seputar menjaga kehamilan. "Saya coba cari-cari di internet apa yang boleh dan yang enggak. Saya baru tahu kalau orang hamil enggak boleh minum soda, banyak naik tangga," tutur Pay.

    Hobi ini berdampak positif buat istrinya, Anastasya. Diakui Anastasya, Pay jadi lebih cerewet menjaga dirinya. "Saya enggak dibolehin capek. Kebetulan saya suka masak. Dia suka bilang, enggak usah masak, kita beli di luar aja," kata Anastasya.

    Namun, Anastasya mengatakan berkukuh masak. Alhasil Pay hanya bisa mengalah. "Tapi, dia selalu bilang harus hati-hati," kata Anastasya.

    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.