Peggy Melati Bicara Festival Topeng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Cirebon - Beberapa waktu lalu, Peggy Melati Sukma, 34 tahun, ditunjuk sebagai juru bicara dan ketua pelaksana program Festival Topeng Nusantara. Perhelatan panjang sejak Agustus hingga Oktober itu memiliki visi demi kelangsungan dan kelestarian seni topeng Nusantara dalam konstelasi budaya Indonesia yang multi-etnik.

    Sebanyak 5.000 topeng dibuat oleh kalangan siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di Cirebon dan berhasil menorehkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia. Selain itu, ada serangkaian acara budaya, seperti kirab dan panggung budaya. Pergelaran tersebut dihadiri belasan duta besar negara lain dan memberikan penghargaan bagi maestro topeng, mendiang Mimi Rasinah.

    Peggy menemukan bidang sosial dan kebudayaan untuk kiprahnya. Sejak awal, ia terlibat untuk hubungan antarinstitusi, penggalangan dana, strategi komunikasi, turisme, dan sebagai juru bicara. Inisiator festival ini adalah Iman Taufik, pengusaha migas. "Langkah awal untuk bisa go internasional." Sejak menikah, Peggy memilih kesibukan pada kegiatan sosial dan budaya, tidak lagi di panggung hiburan.

    "Tiga tahun ini saya aktif di kegiatan sosial," ujarnya. Yang membuat ia gembira, Festival Topeng Nusantara ini rencananya digelar dwitahunan, tidak hanya di Cirebon, tapi juga di Jawa Tengah, Kalimantan, dan Papua. "Akan berpindah-pindah di kota lain dan akan menjadi pemicu festival budaya lokal lain untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan kerakyatan," ujarnya, berharap. EVIETA FADJAR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.