Tukul dan Indro Warkop Hibur Pengungsi Merapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indro Warkop. TEMPO/Panca Syurkani

    Indro Warkop. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Para pengungsi lereng Merapi masih banyak yang bertahan di barak pengungsian. Rasa jenuh, bosan dan gelisah pun melanda mereka. Kejenuhan itu berkurang dengan kedatangan para komedian yang menghibur mereka. “Para pelawak kami ajak untuk menghibur para pengungsi, mereka tidak hanya butuh bantuan materi tetapi juga dorongan semangat untuk bangkit,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Sabtu (20/11).

    Erman sebagai pembina Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) mengajak Tukul Arwana, Indro Warkop, Cici Tegal, Marwoto Kawer dan artis Eddys Edelia menghibur pengungsi.

    Indro Warkop menyatakan keyakinannya bahwa warga sekitar Merapi akan segera bangkit dari keterpurukan akibat erupsi gunung. “Tak perlu stres, banyak pengungsi yang senasib, yang penting saat ini bagaimana para pengungsi ini semangat dan bangkit dari keterpurukan,” kata Indro.

    Mereka menghibur pengungsi di barak pengungsian di Komplek Seminari, Kentungan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, pengungsi di Seyegan, Sleman, dan para pengungsi di Muntilan Magelang mulai Jumat (19/11) hingga Sabtu (201/11).

    Erman menyatakan, ia sengaja mengajak sejumlah komedian agar pengungsi
    bisa melepaskan sejenak beban persoalan yang ada. Melalui lawakan itu, diselipkan
    juga semangat kepada pengungsi agar mampu bangkit mandiri pasca bencana Merapi.

    Sejumlah komedian yang datang bersama dengan PT Truba Jaya Engineering, melalui lembaga Greenheart Indonesia yang dipimpin oleh RB Sentanu menyalurkan
    bantuan senilai Rp 105.696.300 dari sumbangan karyawan untuk korban Merapi. Sumbangan juga diberikan lewat Disasster Management Care-Dompet Dhuafa

    Menurut Duan, relawan Greenheart, pihaknya membagikan audio digital yang berisi doa-doa (digital prayers) kepada pengungsi. Audio itu bisa didengarkan untuk relaksasi. Selain itu juga ada lagu-lagu. Bentuknya berupa Mp3 player yang bisa dipakai bergantian. “Kami melatih para relawan menggunakan alat ini sebagai terapi melalui suara,” kata Duan.

    Digital Prayers for Merapi tersebut berisi 6 track. Masing-masing track sudah disusun dan diracik sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan mental dan
    menunjang aktifitas mereka dengan membawa energi keikhlasan di hati mereka
    masing-masing. Teknisnya sangat sederhana, dengan sikap duduk relaksasi,
    santai, nyaman atau berbaring jika menjelang tidur/istirahat sambil
    mendengarkan musiknya.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.