Seribu Band Galang Konser Amal untuk Korban Bencana Alam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwan Fals. (TEMPO/Imam Sukamto)

    Iwan Fals. (TEMPO/Imam Sukamto)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekitar seribu band akan manggung bersama untuk menggalang dana bagi korban bencana alam gunung Merapi di Yogyakarta dan Tsunami di Mentawai. Konser akbar yang digelar sepanjang tiga hari di Buperta Pramuka Cibubur, Jakarta, 17-19 Desember mendatang itu dimeriahkan oleh band-band papan atas Indonesia.


    Deretan band yang ikut andil, antara lain, Jamrud, Boomerang, Gigi, Slank, Iwan Fals, Pas Band, Power Slave, Andra And The Backbone, Naff, dan Rhoma Irama. Mereka akan berada pada panggung yang sama dengan para pendatang baru, seperti Angkasa, Hijau Daun, S.I.D, Kangen Band, The Titans, dan Vagetoz.


    Konser besar bertajuk 1000 Bands United itu akan menyuguhkan sepuluh panggung besar. Dalam satu hari penuh, tak kurang dari 300 band penampil akan hadir memeriahkan suasana penggalangan dana itu. Konser ini pun juga diikuti oleh beberapa band dari negara lain, seperti Amerika, Malaysia, Brunei, Singapur, dan Eropa.


    “Sebuah kepedulian terhadap sesama bisa diwujudkan dengan apa saja, termasuk konser amal seperti ini,” ujar HB Naveen dari Falcon Care kepada para wartawan di Jakarta, Kamis siang kemarin.


    Tak hanya musisi yang ikut berperan dalam konser besar ini, fotografer tenar seperti Darwis Triadi pun tak tinggal diam. Ia akan memotret sejumlah artis dan musisi serta permainan band-band di atas panggung. “Ada sekitar 300 pemusik yang akan saya bidik,” ujarnya.


    Setelah itu, Darwis akan mencetaknya dalam ukuran 70x100 sentimeter dan berwarna hitam-putih. “Foto-foto tersebut kemudian akan saya lelang dan hasil uangnya akan disumbangkan bersama penjualan tiket konser nantinya,” Darwis menjelaskan.



    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.