Si Merah yang Tetap Membara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Perjalanan Simply Red menapaki popularitas boleh dibilang cukup mulus. Didirikan di Inggris pada 1984, band ini menelurkan album perdananya bertajuk Picture Book  setahun kemudian. Debut album mereka itu dianggap sebagai perpaduan berbagai aliran musik, dari new romantic, pop, reggae, hingga jazz. Selain suaranya yang berkarakter, grup musik ini menggunakan kekuatan trompet sebagai ciri khas.

    Setelah diasuh Elektra Records, album perdana mereka berhasil melejit. Karya perdana Simply Red menempati Top 40 di R&B charts single oleh Brothers Valentine pada 1985. Dan single hit mereka, Holding Back Year, menduduki puncak tangga lagu di Amerika. Single ini meraih sebuah penghargaan platinum pada 1986.

    Pada album ketiga, A New Flame, yang dirilis pada 1989, salah satu single-nya yang berjudul If You Don't Know Me by Now pun berhasil menjadi hit dan menduduki puncak di sejumlah tangga lagu. Setelah itu, Simply Red kembali melejit lewat tembang  It's Only Love dan A New Flame, yang menjadi single hit di Inggris.

    Terakhir, band ini “meninggalkan jejak” dengan pembuatan album bertajuk Stay pada 2007. Lagu Stay, yang menjadi salah satu nomor di album itu, kemudian menjadi salah satu hit di Inggris dengan menduduki peringkat keempat.

    Yang jelas, sebanyak 12 album Simply Red yang sudah dirilis memang banyak bercokol di puncak tangga lagu di sejumlah negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis. Untuk perpisahannya tahun ini, tampaknya Hucknall belum berniat membuat album perpisahan mereka.

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.