Pembuat Star Wars Bangun Studio di Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fusionopolis

    Fusionopolis

    TEMPO Interaktif, Singapura - Pembuat Star Wars, Lucasfilm, akan segera mulai membangun studionya di Singapura. Studio itu akan menjadi fasilitas pertamanya di luar Amerika Serikat. Demikian diumumkan raksasa film dan animasi dari negeri Abang Sam itu pada hari ini, Selasa (12/10).

    Bangunan bertingkat delapan itu berada di lahan seluas 38 ribu meter persegi di kawasan teknologi Fusionopolis dan akan berisi sebuah pusat data, sebuah bioskop berkapasitas 100 bangku, dan sejumlah gerai.

    Lucasfilm, perusahaan andalan milik sutradara George Lucas, memulai operasinya di sebuah kantor sewaan di dekat Bandar Udara Changi pada 2005 dan kini telah punya 400 staf internasional di Singapura.

    Studio barunya itu akan siap pada 2012 dan akan menampung tiga divisi lokal Lucasfilm Singapura, yakni perusahaan efek khusus Industrial Light and Magic, pengembang permainan Lucasarts dan Lucasfilm Animation.

    "Tim kami di kedua belahan dunia--di Amerika Serikat dan Singapura--terus berkembang," kata Micheline Chau, presiden dan kepala pejabat operasi Lucasfilm. "Kami sangat bangga atas kerja hebat yang terus dihasilkan studio Singapura dan kami tak bisa memikirkan cara yang lebih baik daripada dengan memberi mereka sebuah lingkungan kerja yang permanen, nyeni, dan kolaboratif yang bisa disebut rumah."

    Tim Singapura kini sedang menggarap serial animasi Star Wars: The Clone Wars dan game Nintendo DS Jedi Alliance. Mereka juga telah mengerjakan efek-efek khusus dan animasi untuk film-film terkenal Hollywood, seperti Transformers, Harry Potter and the Half-Blood Prince dan Iron Man 2.

    Lucasfilm Singapore juga sedang bekerja bersama sutradara Pirates of the Caribbean, Gore Verbinski, menggarap Rango, sebuah film animasi panjang tentang seekor bunglon yang  menghidupkan mimpi-mimpinya menjadi pahlawan di sebuah kota koboi. Film yang akan dirilis pada 2011 itu menampilkan Johnny Depp sebagai pengisi suara tokoh utamanya.

    iwank | AFP


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.