Meski Usia 52 Tahun, Madonna Tetap Penggoda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Madonna dalam sebuah iklan Dolce& Gabbana

    Madonna dalam sebuah iklan Dolce& Gabbana

    TEMPO Interaktif, Roma - Madonna tetaplah sang penggoda. Meski usianya sudah 52 tahun dia tetap saja berani tampil terbuka. Itu yang dia lakukan saat berpose untuk butik pakaian Dolce&Gabanna baru-baru ini.

    Dengan hanya mengenakan pakaian dalam warna hitam, stoking, serta kacamata hitam, penyanyi yang pernah populer dengan lagunya "Material Girl" ini tampak seperti artis-artis muda lainnya.

    Dengan lingerie, kalung salib, dia tampil mempesona di ranjang. Dengan rok bunga-bunga warna merah dan kaos hitam dia juga bisa menjadi ikon ibu rumah tangga yang seksi.

    Dolce&Gabbana, duo desainer asal Italia itu, memang sudah lama bermimpi berkolaborasi dengan Madonna. Kerjasama itu disepakati tahun lalu sesudah dia merayakan ulang tahunnya bersama pasangannya di kapal yacht Agustus lalu.

    "Berkolaborasi dengan Madonna dalam kampanye iklan kami adalah mimpi yang menjadi kenyataan," kata duo desainer itu.

    Persahabatan Madonna dimulai saat Demenico Dolce dan Stefano Gabbana diminta mendandani Madona di film Dick Tracy pada 1990-an. Mereka lalu juga diundang untuk merancang kostum tur Madonna pada 1993 yang berjulu "The Girlie Show".

    Madonna sebenarnya sudah punya label butik pakaian sendiri. Dia dengan anak perempuannya membuat merek Material Girl. 

    DAILY MAIL

     

    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    Meski Usia 52 Tahun, Madonna Tetap Penggoda

    Kisah Nahas Sopir di Tengah Tawuran Ampera

    Kuda Nil Pink dari Kenya 

    Tendangan Penalti Maradona Menghasilkan Rp 4,4 Miliar 

    Bomber Sepeda, Teroris yang Kesepian

    Taufiq Kiemas Keliru Bacakan Sila Kelima di Peringatan Hari Pancasila 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.