Hamlet Si Pangeran Badut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamlet the Clown Prince. (Foto:Esplanadeyouth)

    Hamlet the Clown Prince. (Foto:Esplanadeyouth)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bersama kelompok Cinematograph Mumbai, India, aktor sekaligus sutradara Bollywood Rajat Kapoor akan mementaskan lakon Hamlet the Clown Prince (Hamlet si Pangeran Badut) di Teater Salihara selama dua hari, Senin - Selasa, 27 - 28 September 2010. Pementasan ini merupakan bagian dari Festival Salihara III yang berlangsung 23 September - 23 Oktober 2010.

    Hamlet the Clown Prince dikembangkan berdasarkan lakon yang sangat terkenal di dunia, Hamlet karya William Shakespeare. Berbeda dengan tradisi Elizaabethan, para tokoh seperti Hamlet, Horatio, Getrude, Raja Claudius, Laeartes, Ophelia, Hantu dimainkan oleh para badut.

    Dalam pementasan ini, ada beberapa bagian dari naskah asli yang dibuang. Bagian-bagian yang tersisa tersebut kemudian dicampurkan. Meskipun begitu, mereka tetap mempertahankan esensi naskah dan berupaya mengaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari saat ini atau perkawinan antara budaya tinggi dan budaya pop.

    Mereka misalnya mengambil sejumlah frase bahasa Inggris dari naskah aslinya dan mengucapkannya dalam aksen Itali dan Prancis, ricauan jargon, lagu dalam film Lion King, moonwalk ala Michael Jackson, hingga dagelan gaya Charlie Chaplin.

    Dengan penggarapan seperti itu, yang hadir kemudian bukan hanya situasi heteroglosia yang unik, melainkan juga humor yang menohok. Tragedi digali dan dikembangkan sedemikian rupa sampai muncul komedi, sehingga apa yang menguras airmata adalah juga yang memancing gelak tawa.

    Hamlet th Clown Prince juga mendedahkan situasi pascakolonial tersendiri. Para aktor India yang sangat beragam bahasanya mencoba membaca Hamlet yang berasal dari tradisi sastra Inggris. Mungkin terjadi salah baca dan salah terjemah, namun pada titik-titik itulah kreativitas dimungkinkan.

    Dengan bentuk seperti ini Kapoor mencoba mengupayakan penafsiran mutakhir lakon dari tradisi Elizabethan. Para badut digunakan untuk menafsir Hamlet karena baginya itulah jalan langsung untuk masuk ke dalam teks dan bisa membawa kepekaan ke sana.

    Karya Kapoor ini bukan hanya dipuji oleh banyak media dan kritikus India. Lebuh dari itu meeka juga memenangi predikat Sutradara Terbaik, Lakon Terbaik, Aktor Terbaik, Aktor Pembantu Terbaik, dan Desain Kostum Terbaik pada Mahindra Excellence in Theatre Awards di New Delhi, India.

    Tempat: Teater Salihara, Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta

    Waktu: Senin-Selasa, 27-28 September 2010 pukul 20.00 WIB

    Harga Tanda Masuk: Rp 100.000 dan Rp 50.000 (pelajar)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.