Sajian Hip Hop dalam Napas Islam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Remarkable Current. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    Remarkable Current. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Musik hip hop tak lagi menjadi milik kalangan tertentu. Meski kita tahu munculnya genre ini berasal dari komunitas kulit hitam. Selasa lalu, sekelompok hip hop Amerika, Remarkable Current, diundang oleh Kedutaan Besar Amerika dan menggelar perhelatan kecil di sana.

    Remarkable Current dikenal sebagai grup musik hip hop yang seluruh personilnya muslim. Mereka, yang terdiri atas Anas Canon, Kumasi, Erik Rico, dan Tyson ini akan mengadakan tur di empat kota besar Indonesia.

    Malam itu, mereka membawakan salah satu lagu freestyle dengan lirik kalimat syahadat. Lirik lagu tersebut dibawakan dengan gaya rap. Penonton menyaksikan aksi mereka dengan sangat dekat hingga merapat ke depan panggung. Seolah keduanya ikut larut dalam pesta kecil itu.

    Grup yang kesemua personilnya berkulit hitam ini telah merilis lebih dari 10 album. Dalam konser kecil itu, mereka menampilkan tujuh lagu, yakni One World, Not Afraid, Hip Hop, Amazing Grace, Nothing On You, Sweetest Tabu, dan Arab Money.

    Grup musik hip hop yang berdiri 9 tahun lalu ini mencoba menggabungkan tradisi Islam dan barat melalui karya seni. "Dengan karya seperti ini, kami secara kreatif ingin membentuk identitas kaum muslim Amerika dan berbagi dengan masyarakat dunia," ujar pendiri dan pemimpin Remarkable Current, Anas Canon.

    Bagi mereka, Islam adalah nafas setiap aktivitas yang mereka lakukan, termasuk mengolah karya seni. Gaya musik fusion modern yang enerjik, di beberapa lagunya terkadang menggambarkan ciri budaya musik Islam-Amerika. Fokus utamanya adalah musik perkotaan. Tapi mereka juga acap menggabungkannya dengan sedikit warna jazz, rock, maupun world music.

    Remarkable Current juga menjadi Duta Hip Hop dan Duta Budaya dengan fokus khusus pada kaum minoritas di Amerika. Mereka ingin membuktikan pada komunitas global bahwa Amerika dan Islam bukan sesuatu yang eksklusif. Ya, mereka mampu menenun kesan spiritual melalui ekspresi musik kontemporer yang bisa dinikmati semua kalangan.

    ISMI WAHID


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.