Topeng Nusantara Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung—Seni topeng yang ada di Indonesia tengah disipakan untuk diusulkan pada Unesco agar dapat digolongkan sebagai warisan budaya dunia. ”Ini sedang dalam proses,” kata artis Peggy Melati Sukma sebagai juru bicara Yayasan Ardian Tana di Bandung, Rabu (22/9).


    Dia bersama pemilik Media Grup, Imam Taufik, menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk membahas soal itu. Peggy mengatakan, untuk mendorong gagasan itu, Yayasan Ardian Tana bersama pemerintah setempat akan menggelar Festival Topeng Nusantara di Cirebon.

    Peggy mengatakan, ada sejumlah persyaratan yang harus dilalui agar seni topeng nusantara mendapat predikat warisan budaya dunia. Persyaratan itu tengah diusahakan oleh Kementerian Pariwisata dan Budaya. ”Rangkaian even yang digelar sejak Juli sampai Oktober akan menjadi bahan yang akan diajukan,” katanya.

    Yayasannya Ardian Tana menyiapkan sejumlah rencana untuk itu. Selain menggelar festival untuk menggalang dukungan masyarakat, juga akan menyusun buku, dan film pendek mengenai jejak seni topeng di nusantara. ”Tentang topeng apa yang akan diajukan ini sedang dalam proses penelitian,” katanya.

    Peggy mengatakan, festival yang puncaknya akan digelar 16 Oktober nanti diusulkan pada pemerintah Jawa Barat agar menjadi even seni tahunan. ”Kali pertamanya akan dilangsungkan di Kota Cirebon sebagai tuan rumah,” kata Peggy.

    Rangkaian festival itu sudah digelar sejak Juli lalu. Mulai dari seminar internasional soal topeng pada Juli lalu, disusul menggelar pemilihan duta Topeng Cirebon awal Agustus lalu, dilanjutkan dengan pameran beragam karya topeng di hotel Grand Indonesia pertengahan Agustus.

    Kegiatan itu akan dilanjutkan pada 10 Oktober nanti dengan mengerahkan 500 pelajar di kota dan kabupaten Cirebon untuk membuat 5 ribu topeng dari karet dalam 5 jam untuk dipamerkan di Gedung Negara di Kota Cirebon selama seminggu. Puncak acaranya nanti berupa Kirab Budaya Ciayumajakuning yang mengikutsertakan seribu seniman topeng dari berbagai daerah di Indonesia.

    Peggy mengatakan, kirab yang digelar mengikuti arak-arakan simbol 3 keraton di Cirebon itu akan menempuh jarak 4 kilometer. Keraton Kasepuhan akan mengeluarkan Kereta Singa Barong, Keraton Kanoman dengan Kereta Paksi Naga Liman, dan Keraton Kaceribonan dengan Kereta Ki Jurumudi. Di belakangnya akan beriringan 1.000 seniman topeng untuk mentas di sepanjang jalan yang dilalui.

    Peggy mengatakan, ada 8 provinsi yang memiliki tradisi seni topeng akan ikut andil dalam festival. Di antaranya Topeng Gundala dari Sumatera Utara, Topeng Guro Gudho dari Jawa Timur, Topeng Hudog dari Kalimantan Timur, Topeng Gandrung dari Jawa Tengah, Topeng Cupak Gerantang dari Nusa Tenggara Barat, Topeng Tenget dari Bali, Topeng Tunggal dari Jakarta, serta tuan rumah Topeng Cirebon.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  menyokong penuh rencana mengajukan seni topeng itu pada Unesco untuk dijadikan warisan budaya dunia. ”Bentuk dukungannya seperti apa, itu teknis, pasti kita akan mendukung penuh ini, pemerintah akan mengambil porsi sebagaimana mestinya,” katanya.

    Dia menyetujui usulan menjadikan Kirab Budaya Ciayumajakuning yang saat ini masih berupa gelaran puncak Festival Topeng Nusantara, menjadi even seni budaya tahunan di Jawa Barat. ”Ini rintisannya, ke depan kita akan jadikan even ini sebagai even seni yang melingkupi semua seni budaya yang ada di kawasan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Cirebon),” katanya.

    Ahmad Fikri


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.