Pemburu Mesin Ketik dan Penghapus Cair  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Remy Sylado. (TEMPO/Arif Fadillah)

    Remy Sylado. (TEMPO/Arif Fadillah)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bukan Remy Sylado antikomputer atau tak bisa menggunakannya. Ia sebenarnya memiliki laptop. Tapi, karena jarang digunakan, laptop itu malah lebih sering digunakan anaknya untuk bermain. Laptop digunakannya hanya untuk mengetik tulisan singkat yang dikirim ke media massa. Mesin ketik listrik pun ngendon karena tak pernah digunakannya.

    Kebiasaan menggunakan mesin ketik justru melahirkan hobi baru: mengoleksi mesin ketik. Sekitar 30 mesin ketik sudah dimiliki Remy. Ada yang berbahasa Arab, ada pula yang hurufnya kecil, berukuran 8.

    Istrinya, Maria Louisa, mengatakan hampir di tiap kota yang mereka kunjungi, Remy selalu mengajaknya mencari mesin ketik unik. Bahkan ada yang panjangnya mencapai satu meter. “Dan dia selalu menggotong sendiri mesin ketik yang berat-berat,” kata Maria.

    Senjata lain yang digunakan Remy adalah penghapus cair. Lengkap dengan tiner yang akan mencairkan penghapus yang sudah keras. Sayangnya, semakin jarang orang menggunakan mesin ketik, semakin berkurang toko yang menjual penghapus itu. “Kalau sudah ketemu tokonya, saya langsung beli selusin,” kata Remy.

    PRAMONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.