Menunggu Superman di Festival Film Toronto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Davis Guggenheim (kanan), bersama Bill Gates (tengah) dan John Legend, saat konferensi pers film \

    Davis Guggenheim (kanan), bersama Bill Gates (tengah) dan John Legend, saat konferensi pers film \"Waiting for Superman\" di Festival Film Toronto 2010, Toronto.(AP Photo/The Canadian Press,Darren Calabrese)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Aktivisme Davis Guggenheim, sutradara An Incovenient Truth dalam masalah lingkungan kini bergerak ke arah sosial. Setelah meraih Oscar pertamanya lewat film itu dan mendorong kampanye global perubahan iklim di seluruh dunia, Guggenheim mencoba melakukan hal serupa untuk dunia pendidikan.

    Kritiknya tentang dunia pendidikan di Amerika Serikat berjudul "Waiting for Superman" diputar perdana dalam Festival Film International Toronto yang dibuka kamis lalu.

    Sekelompok anak dari keluarga berpenghasilan rendah diwawancarai, termasuk keluarga mereka, untuk menunjukkan bertapa rendahnya kualitas sekolah negeri di sana, sementara sekolah swasta terlalu mahal.

    Apa standar kualitas itu? Angka putus sekolah di Amerika dilaporkan tinggi dan banyak anak gagal mempelajari pengetahuan dasar. Menurut survei Internasional tahun 2006, remaja Amerika berada di urutan 25 dari remaja di 30 negara maju dalam kemampuan berhitung dan pengetahuan ilmiah.

    Pendidikan di sekolah negeri di Amerika dibiayai sepenuhnya atau sebagain dari penerimaan pajak.

    Aktivis pendidikan senior Amerika yang mendirikan Harlem Children's Zone Geoffrey Canada mengatakan dalam diskusi paska pemutaran film di festival itu, "Saya pikir film ini akan memaksa warga Amerika untuk memperhatikan masalah ini."

    Judul film itu diambil dari khayalan masa kecil Canada yang juga berasal dari keluarga miskin tentang seorang pahlawan yang ia harapkan datang untuk menolong keluarganya.

    Bila Friedrich Nitzsche masih hidup mungkin Guggenheim akan mencoba mewawancarai filsuf itu dalam film terbarunya.

    Namun karena Nietsche sudah tidak ada dan Guggenheim punya banyak tokoh yang relevan untuk bicara soal masalah yang ia angkat seperti Bill Gates, maka jadilah Gates tampil di film itu seperti Al Gore tampil dalam "An Inconvenient Truth".

    Guggenheim mengatakan "Film tidak mampu mendidik seorang anak atau menghasilkan sebuah kebijakan, tapi saya berharap film ini akan memiliki dampak besar."

    THE STAR | RONALD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.