Britney Spears Digugat Eks Pengawal atas Tuduhan Pelecehan Seksual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Britney Spears. Dok: britney.com

    Britney Spears. Dok: britney.com

    TEMPO Interaktif, Los Angeles - Mantan pengawal Britney Spears, Fernando Flores, menggugat Spears atas tuduhan pelecehan seksual, Rabu (7/9). Flores mengaku Spears berulang kali berjalan di depannya dalam keadaan bugil dan berhubungan seks di depannya.

    Flores juga menuding Spears, 28 tahun, menyebabkannya tertekan secara emosi. Sebab, Spears bertengkar dengan pacarnya di depan dua anaknya.

    Pengacara Spears, Rabu (7/9), menolak berkomentar mengenai gugatan tersebut.

    Menurut gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, Flores mulai bekerja dengan Spears pada Februari 2010. Flores mengaku Spears berulang kali memanggilnya ke kamar untuk menunjukkan tubuhnya dalam kondisi telanjang. Spears pun 'beberapa kali berhubungan seks' di depannya.

    Situs TMZ.com mewartakan dalam sebuah insiden, Spears mengenakan baju renda transparan warna putih dan menjatuhkan sebuah benda dengan sengaja ke lantai dekat Flores. Lalu Spears menunduk untuk mengambil benda tersebut.

    Flores juga menuding perusahaan keamanan tempatnya bekerja mengabaikan bahkan mengejek keluhan yang diajukannya terkait ulah Spears. Ia menggugat Spears atas tuduhan pelecehan seksual dan menyebabkannya stress.

    Spears merupakan penyanyi yang menjadi fenomena 10 tahun lalu lewat lagu 'Oops... I Did It Again'. Namun, ia mulai jarang tampil di depan umum karena masalah karier dan personalnya pada 2007 dan 2008.

    Setelah sukses menggelar tur dunia pada 2009, Spears kini tinggal di Los Angeles dan membintangi film komedi musik yang belum tayang, Glee.


    REUTERS| KODRAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.