Bentara Bali Putar Film Kuba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Comandante

    Comandante

    TEMPO Interaktif, Denpasar - Bentara Budaya Bali dan Komunitas Sahaja kembali menggelar pemutaran film di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar pada Jumat (27/8) hingga Sabtu (28/8). Acara itu guna memaknai sekaligus merayakan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kuba.

    Menurut koordinator acara, Dayu Tri Nandari, film-film yang ditayangkan nanti adalah film dokumenter dan film naratif. Dua film dokumenter yang akan diputar di antaranya Comandante (2003, 93 menit), hasil wawancara sutradara Amerika Serikat, Oliver Stone, dengan Fidel Castro. Mereka mendiskusikan tentang masa muda Castro hingga menjadi penguasa Kuba, embargo Amerika, dan posisi Kuba dewasa ini di dunia.

    Film dokumenter yang kedua adalah Afro-Cuban Legends (106 menit). Film yang disutradarai oleh Tony Knox ini berkisah tentang kehidupan para penyanyi senior di Havana yang tergabung dalam The Afro-Cuban All Stars pimpinan Juan de Marcos Gonzales. Dua film lainnya yakni Viva Cuba! (2005, 79 menit) dan The Silly Age.

    Juan Carlos Cremata Malberti, sutradara Viva Cuba!, menyajikan sebuah kisah tentang persahabatan anak-anak dari kelas sosial yang berbeda. Sebagai penutup, film The Silly Age atau La Edad de la Peseta (2007, 92 menit) karya Pavel Giroud akan hadir dengan penceritaannya yang dramatis tentang kehidupan seorang anak-anak yang mulai memasuki akil balik.

    Dayu berharap, melalui program ini diharapkan mampu membentuk selera masyarakat dan memperkaya wawasan sehingga dapat mendorong lahirnya gagasan dan karya-karya kreatif (film, esai, cerpen, puisi, dan sebagainya) yang lebih segar dan mumpuni. "Khusus kegiatan bulan ini, akan turut dimaknai dan dimeriahkan oleh pementasan musik akustik dari d’kantin. Dan tentunya, seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, akan digelar pula sesi diskusi bersama tentang perkembangan film-film di Indonesia,” kata Tri Nandari.

    Rofiqi Hasan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.