Film 64 Miliar Rupiah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darah Garuda: Merah Putih II

    Darah Garuda: Merah Putih II

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Dari segi hiburan, film epik berformat 35 milimeter Darah Garuda: Merah Putih II boleh dibilang menyuguhkan tontonan yang menarik. Tata artistik, sinematografi, dan efek khusus, film berdurasi 100 menit ini digarap tak alakadarnya.

     

    Film ini banyak melibatkan orang-orang Hollywood. Jika Merah Putih hanya menggandeng ahli efek khusus film Saving Private Ryan, Adam Howarth, maka Darah Garuda justru memboyong ahli lebih banyak lagi. Mereka, antara lain, tata rias dan prostetik handal Conor O'Sullivan (The Dark Knight, BraveHeart), koordinator laga Scott McLean (The Matrix, The Pasific, Band Of Brothers), asisten sutradara Andy Howard (Wanted, Hellboy), dan ahli efek khusus Graham Riddell (Batman Begins, Star Wars I, Kingdom of Heaven).

     

    Darah Garuda juga melibatkan para pekerja perfilman lokal yang juga mumpuni. Mereka adalah penyunting gambar Sastha Sunu dan penata musik Thoersi Argeswara untuk skoringnya. Dan besar kemungkinan tim tersebut juga akan dilibatkan dalam film lanjutannya bertajuk Hati Merdeka, yang rencananya akan dirilis akhir tahun ini. “Kalau tidak Desember tahun ini, ya, awal tahun 2011,” kata pengusaha Hashim Djojohadikusumo, yang juga ikut memproduseri film tersebut.

     

    Untuk menggarap trilogi epik Merah Putih itu, setidaknya Hashim merogoh koceknya sebesar Rp 64 miliar. “Untuk membiayai tiga film itu, ya, ongkosnya kurang lebih segitu," ujar Hashim menjelaskan.

     

    Adapun momentum Hari Raya Idul Fitri dipilih sebagai pemutaran perdana film ini adalah untuk menjaring penonton lebih banyak. "Seharusnya memang rilisnya bulan Mei, tapi diundurkan menjadi September,” kata Rob Allyn, produser Darah Garuda.

     

     

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.