Jogja Kota Revolusi Dibuka Malam Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran sebanyak 91 foto tentang peristiwa perjuangan 1945-1950 di Jogja Gallery. (TEMPO/MUH SYAIFULLAH)

    Pameran sebanyak 91 foto tentang peristiwa perjuangan 1945-1950 di Jogja Gallery. (TEMPO/MUH SYAIFULLAH)

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - - Yayasan Bung Karno memamerkan sebanyak 91 foto tentang peristiwa perjuangan 1945-1950  mulai Rabu (18/8)malam ini hingga 19 September 2010 mendatang di Jogja Gallery.  Selain foto, juga dipamerkan patung Bung Karno bersebelahan dengan Bung Hatta, film dokumenter dan benda kenangan Jogja Kota Revolusi. Pameran ini sebagai peringatan 65 tahun Indonesia merdeka dan 60 tahun peringatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Menurut Sigit Lingga, salah satu kurator pameran bertajuk Jogja Kota Revolusi ini, Yogyakarta sebagai kota perjuangan memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia. Hal tersebut perlu diperingati dengan menggelar pameran untuk mengenalkan kembali Yogyakarta sebagai kota yang menjadi salah satu tonggak sejarah bangsa, terutama pengenalan bagi generasi muda.

    “Ini juga untuk menumbuhkan apresiasi gerenasi muda dalam memahami dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa ini,” kata Sigit, Rabu (18/8).

    Ia menyatakan, foto dokumentasi peristiwa proklamasi 17 Agustus 1945 yang akan dipamerkan ada yang belum pernah dipublikasikan atau terungkap selama ini. Sebanyak 91 foto dokumentasi peristiwa perjuangan 1945-1950 ini terdiri dari sebelas foto peristiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, serta foto kenangan dari tahun 1945-1950 di Yogyakarta. Dari sebelas foto peristiwa proklamasi ada 8 foto yang belum pernah terungkap atau diperlihatkan kepada publik.

    Menurut Nunung Ambarwati, Manager Pelaksana Jogja Gallery, pembukaan pameran ini akan dilakukan malam ini pukul 18.30 WIB. Rencananya akan dibuka oleh Guruh Soekarno Putra.

    “Selain Foto, film dokumenter dan patung ada juga yang dimerkan yaitu tiga baju milik Bung Karno, Bung hatta dan Muhammad Roem, sepasang sepatu milik Bung Karno, sepasang sepatu milik Bung Hatta, buku-buku dan benda lainnya,” kata Nunung.

    MUH SYAIFULLAH

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.