Pencipta Kapten Kolor Bikin Novel Grafis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Adventures of Ook and Gluk, Kung-Fu Caveman from the Future

    The Adventures of Ook and Gluk, Kung-Fu Caveman from the Future

    TEMPO Interaktif, Canberra - Dav Pilkey, pencipta tokoh Kapten Kolor (Captain Underpants), sedang menyiapkan buku baru dengan humor gila-gilaan yang mirip serial Kapten Kolor. Pegarang berusia 44 tahun itu sempat beberapa tahun berhenti menulis karena merawat ayahnya yang sakit keras. Pada Maret lalu dia membuat kesepakatan dengan Scholastic untuk membuat empat buku baru dengan buku pertama akan dicetak 1 juta eksemplar dan diedarkan pekan ini ke seluruh dunia.

    Buku itu adalah sebuah novel grafis berjudul The Adventures of Ook and Gluk, Kung-Fu Caveman from the Future, yang diduga ditulis oleh George Beard dan Harold Hutchins, murid kelas empat sekolah dasar yang sebelumnya telah mengubah kepala sekolahnya menjadi Kapten Kolor.

    Pilkey mengatakan, buku barunya akan tetap mempertahankan gaya humor yang selama ini menjadi genre karyanya. "Humor gila-gilaan itu ada di buku-bukuku karena itulah jenis humor yang aku suka (dan tulis) ketika aku masih kecil," kata Pilkey, yang selalu malu dipublikasikan.

    Pilkey, yang juga menciptakan Super Diaper Baby, Ricky Ricotta dan Dumb Bunnies, mengatakan, tiga buku barunya nanti tak akan berpusat pada Ook dan Gluk, tapi menolak untuk mengatakan secara pasti apa isinya.

    Dia juga belum menyerah soal Kapten Kolor dan merencanakan sedikitnya empat "novel epik" lagi soal jagoan bercelana kolor itu. "Mungkin butuh puluhan tahun sebelum semuanya diterbitkan," kata Pilkey. "Sementara ini, aku punya lusinan buku yang direncanakan yang pasti berpijak pada 'Dunia Kapten Kolor'. Banyak dari buku itu akan jadi novel grafis," katanya.

    iwank | Reuters


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.