Rezky dan The Strangers Band Tampil Spontan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interakti, Makassar -Pembetot bass Rezky De Keyzer bersama The Strangers Band tampil perdana dalam  festival jazz bertajuk “2nd Annual Jazz @Fort Rotterdam” (JFR), malam ini, di kompleks situs Benteng Fort Rotterdam Makassar. Jazz genre punk disajikan secara spontan karena adanya kerusakan alat.

    Rezky bersama lima orang personil The Strangers. Ada Fandi Wowor (gitar), Michel Rayald (drumer), Bary Kasenda (keyboard), dan Aghi Daneil (saxofon). Grup jazz asal Makassar ini menampilkan komposisi nada hits milik grup dan penyanyi dunia. Seperti "Love Game", "Good Times", "Jean Pierre",  "Futures" dan "Mind Trick".

    Teriakan penonton membahana ketika Rezky menyuguhkan komposisi improvisasi "I don't Want Things" yang hampir menjadi idola para jazzer dan jazzlover. "Hampir semua orang mengidolakannya, " kata Rezky kepada Tempo.

    Meski tampil mengesankan dihadapan penonton, Rezky, pemenang Yamaha Musik Indonesia 2009 ini mengaku bermain spontan. Pasalnya, piano elektrik yang dimainkan Bary rusak. "Penampilan kami tadi kebanyakan spontanitas karena keyboard rusak," katanya.

    Festival jazz kedua di Makassar ini  akan diramaikan 13 grup jazz dari luar . Diantaranya Krakatau Band, Barry Likumahuwa bersama Benny Likumahuwa, Oele Pattiselanno Trio, Idang Rasjidi, Dwiki Dharmawan, Nikita Dompas Balawan. Sementara grup jazz asal Makassar yang ikut ambil bagian adalah  La’Biri Band, Rizcky dan The Strangers, Pakarena N Jazz, Dakochang Jazz Junior Band, Sky Project dan persembahan kesenian musik Sulawesi Selatan.

    Arena jazz kali ini tidak jauh beda dengan festival jazz pertama di Makassar,  2009 lalu, One Note Entertainment menata dengan menempatkan dua panggung yang memungkinkan para penonton berpindah-pindah tempat. Panggung utama ditempatkan di tengah taman, tepat di depan museum I La Galigo, sementara panggung kedua dilekatkan pada tembok bangunan bekas gereja Belanda di tengah kompleks.

    ABD AZIS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.