Jember Marching Band Raih Juara World Marching Band Competition

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, KUALALUMPUR - Jember Marching Band yang mewakili Indonesia meraih gelar juara pertama pada cabang Beattle Drum dalam World Marching Band Competition yang berlangsung di Kualalumpur, Malaysia, Sabtu (31/7). Dalam babak final Jember Marching Band mengalahkan juara bertahan, Maha Thai Marching Band dari Thailand.

    Pada babak penyisihan Jember Marching Band mengalahkan Sekolah Kebangsaan Sultan Ibrahim dari Malaysia. Babak selanjutnya, marching band yang pernah masuk 10 besar Grand Prix marching band 2009 ini kembali mengalahkan tim tuan rumah.

    Dalam babak final, Jember Marching Band harus menghadapi juara bertahan Maha Thai dari Thailand yang mengalahkan Bahana Sprada Marching Band dari Balikpapan pada babak semi final.

    Penampilan Jember Marching Band maupun Maha Thai Marching Band dalam babak final hampir sebanding. Akibatnya, enam dari tujuh juri memberi nilai seri untuk keduanya. Hanya satu juri yang memenangkan Jember Marching Band karena keunggulan dari segi musikalitas ansamble.

    Manajer tim Jember Marching Band, Hadrowi, yang ditemui Tempo di sela-sela perlombaan menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang dipersembahkan anak didiknya. "Kami Datang dengan 100 peserta dan 40 official. Alhamdulillah, bisa mempersembahkan gelar bagi negara" katanya.

    Selain di kelas Bettle Drum, Jember Marching Band juga turun di nomor Street Parade dan Display yang finalnya akan dipertandingkan malam ini.

    Hongkong, Thailand, Afrika, Indonesia dan tuan rumah Malaysia ambil bagian dalam World Marching Band Competition kali ini. Dari Indonesia diwakili Jember Marching Band, BCK Duri Marching Band Riau, Bahana Sprada Marching band Balikpapan, Masama Marching Band Blitar, dan Sinar Husni Marching Band Medan. MASRUR.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.