Ratih Sanggarwati Siap Sumbangkan Batik Karya Iwan Tirta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratih Sanggarwati. TEMPO/ Novi Kartika

    Ratih Sanggarwati. TEMPO/ Novi Kartika

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Mantan peragawati era-1990-an, Ratih Sanggarwati punya se-gudang kesan terhadap perancang busana Nusjirwan Tirtaamidjaja atau yang dikenal dengan sebutan Iwan Tirta.

    Di mata Ratih, Iwan bak seorang ibu yang mengasuh dan membesarkan batik hingga ke negeri orang. "Dia bukan yang melahirkan batik saja," kata Ratih, di kediaman Iwan Tirta, Menteng, Jakarta Selatan, sabtu, (31/7).

    Menurut Ratih, saat dirinya masih aktif di jagat peragawati, apabila ada orang mancanegara yang berbicara batik, pasti nama Iwan Tirta terbawa-bawa. "Sampai 97, orang luar negeri kalau bicara Batik, ya pasti Iwan Tirta," jelas Ratih.

    Kepada Ratih dan peragawan atau peragawati binaannya, Iwan selalu mengingatkan pengetahuan dasar seputar batik. Misalkan, macam-macam model batik. "Jadi kalau ketemu orang asing kita bisa tahu dan bisa jelasin," jelas Ratih.

    Menurut Ratih, yang paling berkesan selama belasan tahun dibina Iwan adalah saat dirinya dihadiahi sebuah kain batik berprada emas 22 karat pada 1995.

    Kala itu, Ratih akan melangsungkan prosesi pernikahan. "Saya disuruh pakai pada acara akad. Saya senang banget," ujar Ratih. Ratih bersama Iwan sejak 1988-1997.

    Hingga saat ini, kain batik itu masih tersimpan di lemari pribadi Ratih. Katanya, ia akan merawat sebagai kenang-kenangan.

    "Tapi kalau Gubernur Jakarta menepati janji akan merealisasikan museum Iwan Tirta, maka kain batik itu akan saya sumbangkan ke museum (Iwan Tirta)," tutup Ratih.


    MUSTHOLIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.