Balada Cinta di Pinggiran Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Elmo (Agung Saga) bersumpah tak kan menginjakkan kakinya lagi di kehidupan mapan sang ayah. Anak SMA ini memilih kabur dari rumah sebagai bentuk protes atas tindakan bapaknya yang menghalalkan segala cara untuk sukses. Ia kemudian menetap di sebuah perkampungan kumuh di pinggiran Jakarta. Demi mencari sesuap nasi, Elmo menjadi petarung jalanan.

    Elmo tak sendiri. Neina (Rebecca Reijman), teman satu sekolah Elmo yang terjerumus ke bisnis mesum dengan menjadi penjaja seks di pinggiran Ibu Kota untuk meneruskan sekolah dan membiayai pengobatan sang nenek.

    Lalu, ada sosok April (Aurelie Moeremans), yang sekilas tampak bernasib lebih mujur dengan menjadi anak adopsi pengusaha sukses, Baskara (Achmad Albar). Rupanya, limpahan harta justru membuat hidupnya kehilangan figur seorang laki-laki sejati sejak ia mengetahui sang ayah angkatnya gay.

    Kisah tiga remaja itu disatukan dalam alur cinta segitiga yang disuguhkan film D'Love karya sutradara Helfi Kardit. Elmo-Neina-April digambarkan sebagai produk remaja yang lahir dari latar belakang masyarakat perkotaan.

    Alkisah, Elmo kadung cinta dengan April, tapi niat itu diurungkan lantaran bentrok dengan janji hati untuk menjauhi kehidupan mapan. April, yang hobi fotografi, memang diam-diam mengagumi Elmo dengan menyimak pertarungan liar itu dari balik lensa kameranya. Adapun Neina berada pada posisi gamang. Di lubuk hati Neina, ada cinta untuk Elmo yang sudah menganggapnya saudara. Namun persahabatannya yang terjalin dengan April membuatnya mengurungkan niat itu.

    Latar kehidupan sosial para tokoh menjadi gimik tersendiri yang dimanfaatkan sang sineas untuk menyajikan sebuah drama. Meski tak dikulik dalam, ayah Elmo diceritakan menjadi terdakwa kasus Bank Century. Ini sebuah usaha sutradara mencoba menyuguhkan potret sosial yang terjadi belakangan ini.

    Tokoh Baskara, yang memiliki kelainan orientasi seksual, boleh dibilang menjadi sebuah kejutan. Rocker Achmad Albar yang memerankan Baskara memang cukup mengejutkan. Menurut Iyek, panggilan akrab sang rocker, film ini menjadi pintu gerbangnya untuk kembali ke dunia perfilman, setelah sekitar 30 tahun ia jauh dari layar perak. "Keterlibatan saya ini sebagai tanda bahwa saya sudah turun gunung," ujar Iyek seraya berkelakar, dalam peluncuran film tersebut di Jakarta, Selasa lalu.

    Pentolan band Godbless itu didapuk memerankan karakter nyentrik yang sebenarnya mampu menjadi gebrakan barunya di dunia film. Sayang, peran Baskara tak dielaborasi secara maksimal. Sebagai gay, Iyek tak dituntut bergestur "melambai". Boleh dibilang, perannya "aman" sebagai "gay cowok" dengan porsi adegan yang minim.

    Menurut sutradara Helfi, film ini sebagai proyek idealisnya. Ia telah mempersiapkan film ini sejak lima tahun lalu. "Saya ingin bikin film cinta tapi tak mau kelihatan cintanya," kata Helfi.

    Meski begitu, sutradara asal Bukittinggi, Sumatera Barat, ini tetap menjual tampang sebagai tuntutan komersial. Ia memejeng Rebecca Reijman sebagai Neina. Keputusan ini terlihat kurang bijak kala menyejajarkan pendatang baru itu dengan karakter Neina. Rebecca, yang notabene berwajah indo dan beraksen Barat kental, tak mewakili tokoh Neina sebagai potret ABG miskin. "Rebecca terpilih melalui proses casting," ujar Helfi berkilah.

    Yang menarik, Helfi enggan memanjakan visual penonton dengan full colour. Untuk mengikuti alur ceritanya yang berlatar kehidupan kumuh, film D'Love hadir dengan latar warna-warna gelap. Itu kian diperkuat dengan music scoring bernada liris garapan Tya Subiakto.

    Aguslia Hidayah

     

    Judul: D'Love
    Genre: Drama
    Sutradara: Helfi Kardit
    Pemain: Agung Saga, Aurelie Moeremans, Rebecca Reijman, Achmad Albar, Rizky Ardianto.
     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.