Bangkrut, Sarah Ferguson Utang Rp 21 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sarah Ferguson

    Sarah Ferguson

    TEMPO Interaktif, London -- Kebiasaan hidup mewah membawa bekas anggota keluarga Kerajaan Inggris, Sarah Ferguson, ke jurang kebangkrutan. Mantan menantu Ratu Elizabeth II itu dikabarkan berutang pada pelatih fitnesnya 65 ribu poundsterling atau sekitar Rp 912 juta.

    Menurut bekas karyawannya, perempuan berusia 50 tahun yang kerap dipanggil Fergie ini juga kebanjiran tagihan dari tukang daging, tukang cuci, dan penyewaan mobil di Royal Lodge, pemukiman kerajaan tempatnya tinggal.

    "Tukang koran memiliki tagihan 500 poundsterling (Rp 7 juta), sehingga sekarang tidak mengirim koran lagi," ujar sumber itu seperti dikutip Daily Mail, Kamis (29/7). Setumpuk utang lainnya termasuk Rp 2,8 miliar ke pengacara, Rp 715 juta di Toko Selfidges untuk pembelian hadiah mewah, Rp 98 juta ke pelukis. Duchess of York, gelar Fergie, juga dikabarkan berutang ribuan pound lewat kartu kredit bawahannya.

    Gaya hidup kerajaan membuat utangnya menggunung. Mantan karyawannya mengatakan Fergie selalu mengawali pagi dengan menenggak vodka yang dicampur Schweppes Russchian, harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Saban malam dia minta hidangan a la kerajaan dengan menu berbagai lapisan daging sapi, kaki domba, dan ayam yang digelar di meja panjang. "Hidangan seperti itu bisa membuat Raja Henri VIII (1491-1547) bangga," kata sumber.

    Mantan suaminya yang cerai 14 tahun lalu, Pangeran Andrew, dikabarkan malu akan tumpukan utang ibu dari dua anaknya itu. Terlebih Sang Pangeran dinobatkan sebagai Duta Besar Perdagangan Kerajaan Inggris. Namun, Pangeran Andrew berkenan membayar utang mantan istrinya, yang disebut-sebut mencapai 1,5 juta poundsterling atau Rp 21 miliar. Jumlah itu tidak termasuk utang di luar Inggris.

    Uang berasal dari penjualan bekas rumah mereka di Sunninghill Park kepada pengusaha Kazakhstan sebesar Rp 210 miliar. Namun, menurut sumber, Pangeran Andrew hanya akan membayar utang Fergie di Inggris. "Pangeran tidak akan menyentuh utangnya di Amerika," katanya.

    DAILY MAIL | REZA M


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.