Geurangsang, Kegelisahan Ninna Selama 32 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tari kontemporer Geurangsang, koreografi Nina Marthavia di Salihara. (Foto-foto:TEMPO/Nickmatulhuda)

    Tari kontemporer Geurangsang, koreografi Nina Marthavia di Salihara. (Foto-foto:TEMPO/Nickmatulhuda)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tiap bagian dalam tari Geurangsang yang diciptakannya boleh dibilang mewakili kegelisahan Ninna Marthavia sepanjang 32 tahun. Perempuan asli Aceh itu menjadi saksi mata, dari pemberlakuan Daerah Operasi Militer di kampung halamannya hingga tsunami menerjang. "Saya turut merasakan bagaimana para janda korban DOM yang suaminya diculik oknum aparat, perempuan-perempuan di Aceh yang dilecehkan," katanya mengenang.

    Pengalaman memilukan juga dialami sendiri oleh Ninna pada pengujung 2004, ketika ia menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya tersapu tsunami di Banda Aceh. "Saat itu saya masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta."

    Ninna, yang begitu pilu melihat tempat kelahirannya porak-poranda, ingin sekali bangkit. "Lewat bidang yang saya bisa, saya ingin mengajak masyarakat Aceh yang menonton ini untuk membantu saudara-saudara kita di sana agar bangkit," ujarnya.

    Lewat Geurangsang, Ninna juga ingin memotret pemberlakuan syariat Islam di Aceh yang dianggapnya membelenggu kaum feminis. "Perempuan Aceh seakan kian tersudut dengan hukum itu, sepertinya perempuan yang selalu salah," katanya.

    Aguslia Hidayah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?