Album Kompilasi Anak Raja Dangdut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Ada yang menarik ketika melirik sebuah album kompilasi bertajuk Album Cinta 1. Dalam album berisi lagu-lagu cinta ini, ada satu band yang menyita perhatian, yakni band bernama EnNocQi, yang digawangi oleh sang vokalis yang wajahnya mirip raja dangdut Rhoma Irama.

    Pemuda berjenggot dan jambang ini tak lain adalah Noval, anak pedangdut senior Ayu Soraya. Selain tampil dengan identitas mengejutkan, mengingat masyarakat sudah mengenal sosok Ridho Rhoma terlebih dulu sebagai anak Rhoma Irama, Noval pun memilih jalur musik yang berbeda.

    "Suara saya memang tidak cocok untuk menyanyi genre dangdut," ujar Noval dalam peluncuran album tersebut di Hard Rock Café Jakarta beberapa waktu lalu. Atas dasar itu, Noval bersama personel lainnya, yakni Dede (gitar), Jemmy (gitar), Sonie (bas), dan Oki (drum), pun siap mengusung lagu andalan berjudul Maaf Ku Tak Bisa.

    Selain EnNocQi, di album yang dirilis tahun 2010 dengan label Q InStudions  ini terdapat sepuluh lagu yang dibawakan oleh band dan penyanyi solo yang berbeda. Ada WizBennLach dengan single-nya berjudul Dunia Belum Kiamat, Dimaz dengan dua lagu berjudul When the Time is Right dan Rumah Hati Kita, Rani dalam lagunya Ku Ingin Ada yang Mau, serta Vorterra yang mengusung judul Tersenyum.

    Selain itu, ada Hari Gunawan dengan Selamat Ulang Tahun, Q The Water dengan lagu berjudul Dia, Jozz Felix dalam Harus Memilih, dan Flavour lewat lagu berjudul Kembali.

    "Peluncuran ini memang terkesan penuh dan sesak, tapi bukan berarti kami takut untuk menggarap album masing-masing. Justru dengan konsep yang tidak biasa ini kami tambah percaya diri," Hefri Olifian, personel Flavour yang juga pemain sinetron Lorong Waktu, menjelaskan.

    Berawal pada 2003, Q InStudios, yang juga anak perusahaan PT Media Kreasi Visitama, sebuah rumah produksi video klip, iklan, dan film, tertarik memfokuskan diri pada penyanyi pendatang baru. | AGUSLIA HIDAYAH



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?