Manohara Bantah Ada Dalam Video dan Gambar Bugil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manohara Odelia Pinot.  TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Manohara Odelia Pinot. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Aktris Manohara Odelia Pinot membantah jika potongan gambar dan video perempuan tanpa busana berdurasi 59 detik yang beredar di internet, Kamis (15/7) adalah dirinya.

    Mano, begitu ia akrab disapa, juga mengaku ada yang berbeda pada beberapa bentuk tubuh didalam gambar dan video bugil tersebut. "Itu bukan Mano. Dari bentuk anatomi tubuh, maaf aku tidak bisa sebutkan itu aku," kata Mano saat menghadiri acara '7th Anniversary Insert' di Gedung Trans TV, Kamis (15/7) malam.

    Menurut Mano, ini adalah kali kedua gambar perempuan bugil mirip dirinya itu keluar di internet. Sebelumnya, pemeran sinetron 'Manohara' ini sempat dikejutkan oleh video dan gambar serupa sekitar satu tahun yang lalu. Kali ini, gambar dalam video itu dipotong-potong dan dijadikan foto.

    "Video itu dijadikan foto setelah sebelumnya dipotong-potong, lalu dikeluarkan lagi. Ini kedua kalinya Mano klarifikasi tentang video tersebut," kata Mano yang hadir ditemani dengan sang ibunda tercinta, Daisy Fajarina.

    Mano mengaku tidak kaget lagi begitu muncul potongan foto perempuan bugil mirip dirinya itu. "Yang ada jadi repot sendiri karena banyak orang yang tanya," ujar dara kelahiran Jakarta 28 Februari 1992 ini.

    Meski begitu, Mano belum mau berurusan dengan pihak yang berwajib. "Itu memang bukan aku. Polisi juga bisa lihat videonya. Dan sudah Mano klarifikasi setahun yang lalu. Saya rasa, video itu sosoknya bukan aku," tegas Mano.

    Saat ditanya dugaan pelaku penyebar berasal dari Malaysia, sambil tersenyum Mano hanya mengatakan, "I have nothing to worry about that."

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.