Andrea Hirata Ingin Kartunkan Tetralogi Laskar Pelangi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Aditya Herlambang

    Tempo/Aditya Herlambang

    TEMPO Interaktif, Bandung - Penulis novel tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata ingin sekali mengartunkan novel tersebut. Namun hingga kini ia belum menemukan tawaran yang cocok dengan keinginannya.

    "Bertumpuk-tumpuk proposal dari luar negeri yang memohon hak adaptasi untuk membuat kartun dan animasi dari 'Laskar Pelangi', tapi saya tidak berminat karena belum ada yang sesuai dengan Islam," kata Andrea dalam sebuah diskusi "Menggali Nilai-Nilai Islami dalam Karya Andrea Hirata" di Bandung, Rabu (14/7).

    Inginnya, penulis bernama asli Seman Said Harun ini mengartunkan karyanya tanpa menghapus unsur visualisasi Islami kultur masa kecilnya. "Yang menawarkan kerja sama umumnya hanya mengangkat unsur nilai sosial dan hubungan persoalan politis. Saya tak mau jika karya nanti jadi seni yang arogan mengingat audiens utama anak-anak," ungkapnya kepada Tempo.

    Dengan nada lembut ia menuturkan bahwa karya animasi atau kartun yang dibuat nanti bisa menggambarkan seluk-beluk kebiasaan anak-anak muslim di Belitong seperti ramai-ramai melantunkan nada salawat atau doa-doa bersama.

    "Sederhana saja, saya ingin melihat karya ini diadaptasi lewat animasi yang modern atau canggih, tetapi ceritanya kampung," tuturnya yang kini meluncurkan novel dwilogi "Padang Bulan" dan "Cinta di Dalam Gelas".

    Dirinya mengaku, sampai saat ini, sudah menerima sekitar 12 proposal dari animator berbagai negara. Diantaranya dari Singapura, Malaysia, dan Australia.

    Untuk urusan ini, ia mengaku tengah mengincar satu grup animator di negeri sendiri untuk menggarap kartun dari buku tetralogi pertamanya. "Tapi, saya belum ketemu mereka," lanjut lelaki yang khas dengan topi hitam ini.


    GILANG MUSTIKA RAMDANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.