Sutradara Polanski Terancam di 188 Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roman Polanski. AP/Franka Bruns

    Roman Polanski. AP/Franka Bruns

    TEMPO Interaktif, Jenewa - Roman Polanski mungkin sekali lagi terlihat di karpet merah Cannes, tapi ia tidak akan menghadiri Festival Film Venesia atau Oscar dalam waktu dekat.

    Dibebaskan dari tahanan rumah Swiss setelah pemerintah menolak untuk mendeportasi dirinya ke Amerika Serikat, sutradara film 76 tahun itu masih menghadapi surat perintah Interpol yang berlaku untuk 188 negara terkait kasus seks anak pada 1977.

    Itu berarti sekarang, lebih dari sebelumnya, Polanski benar-benar aman dari penangkapan hanya di negara asalnya, Prancis dan Polandia, dan Swiss - menyusul keputusan menakjubkan  minggu ini.

    "Dia berada di situasi dia pada tahun yang lalu," kata Georges Kiejman, seorang pengacara Polanski. "Dia bebas bepergian di Swiss, di Perancis, di Polandia, dan di semua negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat."

    Namun, publisitas tentang kasusnya dan surat perintah penangkapan akan membatasi perjalanan sutradara itu.

    Sebagian besar negara Eropa memiliki perjanjian dengan Washington tentang pengiriman individu yang dicari, tapi Polanski telah bepergian dengan bebas di banyak negara Eropa sejak lari dari pengadilan AS pada tahun 1978. Dia membuat film terbarunya "The Ghost Writer" di Jerman tahun lalu dan mengunjungi Austria sebelum Swiss menangkapnya pada bulan September.

    Keberadaan Polanski masih belum jelas hari Selasa, sehari setelah pemerintah Swiss memutuskan untuk menolak permintaan ekstradisi AS untuk pembuat film yang akan dihukum karena berhubungan seks dengan seorang gadis 13 tahun, Samantha Geimer. Jaksa di Los Angeles dan para pejabat peradilan di Washington mengatakan mereka akan terus mengejar Polanski.

    Kiejman mengatakan kepada Associated Press bahwa kliennya "senang dengan kebebasan-Nya."


    AP | EZ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.