Pelawak Cholik Kritis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Cholik Syahrami berbaring sakit di RSCM. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pelawak Cholik Syahrami berbaring sakit di RSCM. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pelawak senior era 1970-an yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sejak tiga pekan silam, Cholik Syahrami, 59 tahun, dalam kondisi kritis. Saat ini, Cholik harus bernapas menggunakan bantuan oksigen dan mulai hilang kesadaran.

    "Peluang kembali pulih sangat kecil mas. Saya minta doanya saja," kata anak angkat Cholik, Aria Wiguna, 33 tahun, kepada Tempo malam ini.

    Aria menerangkan, penyakit kanker hati yang diderita bapaknya menurut dokter sudah masuk stadium akhir. Kalaupun disembuhkan, butuh biaya yang luar biasa besar karena harus menjalani transplantasi hati atau cangkok hati. Tindakan itu kata Aria tidak bisa dilakukan di dalam negeri. "Butuh proses panjang dan cuma rumah sakit luar negeri yang menyanggupi tindakan ini," ujarnya.

    Cholik, diceritakan Aria, sempat kritis pada Kamis malam (8/7). Selama empat jam, dari pukul 21.00 WIB hingga 01.00 WIB, Cholik tak sadarkan diri. Menurut dokter, lambung pelawak yang masuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT dan RW ini, sudah kering. Jadi, makanan masuk langsung ke livernya.

    Pentolan kelompok lawak Pelita Grup yang jaya di era 1970-an itu dirawat di Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo lantai tujuh Nomor 702. Waktu Tempo menjenguknya pekan lalu
    Cholik tampak kurus kering. Bobotnya turun 68 kilo gram--dari sebelumnya 105 kilo gram.

    Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Cholik ditemani istrinya Ida Farida, 45 tahun dan anaknya Fauziyah Febrina, 21 tahun, serta Aria. Warga Cipinang Timur II Nomor 11 RT 12 RW 2, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung ini kerap memanggil-manggil kerabat dekatnya. "Ngomongnya sudah ngelantur mas. Mohon sekali lagi doanya," kata Aria.

    HERU TRIYONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.