Krishna Balagita, Dari ADA Band Hingga 69 Band  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krishna Balagita

    Krishna Balagita

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengembaraan musik kibordis Krishna Balagita berakhir pada band barunya. Usai menamatkan karir di ADA band hingga 2008 lalu, Krishna pun mantap mengusung band bernama 69 (baca : Enam Sembilan) band. Krishna pun berharap band ini menjadi pelabuhan terakhirnya.

    Umumnya, angka 69 lebih diingat sebagai posisi seks dalam Kama Sutra. Tapi Krishna justru berpikir lebih bijak. Ia berfilosofi bahwa angka 69 dimaknai sebagai simbol keseimbangan dalam hidup seperti dalam gambar Ying Yang.

    Bersama para sahabat baru, band ini digawangi oleh Jami (gitar), Rega (drum) dan Rizal (vokal), 69 band telah merilis album perdana mereka bertajuk “Rebirth” dengan single hit Mengapa Kau Lari. “Sang vokalis saya dapatkan dari rekomendasi Charlie ST 12,” kata Krishna, dalam peluncuran album tersebut di MU Cafe Jakarta, pada Jumat (2/7) lalu.

    Bertutur tentang cinta dan kental dengan citarasa feminis, Krishna justru mendapuk penyanyi pria. “Justru inilah yang saya bilang keseimbangan. Lagu ini sebenarnya feminis, tapi tetap bisa dinyanyikan oleh pria yang notabene maskulin,” kata Krishna.

    Dari sepuluh lagu dalam album ini, tercatat beberapa materi kuat yang diyakininya mampu bersaing di pasar musik, antara lain Mengapa Kau Lari, Pergilah Cinta, Ku Harus, Cinta Sejatiku, dan Anugrah Cinta. Band yang berada di bawar bendera FAME ini pun mengaku sanggup bersaing dengan ADA Band.

    Sekilas, musik 69 band ini memang tak jauh berbeda dengan ADA band. Ini tentu disebabkan kehadiran Krishna yang juga kreator musik band tersebut. "Musik saya memang sudah begini bentuknya, karena 95 persen lagu ADA band saya yang buat. Jadi tak heran kan biasanya pencipta lagu nggak bisa beda jauh setiap buat karya. Jadi wajar kalau agak mirip," jelasnya.

    Namun Krishna pun tak ingin terus dibayang-bayangin mantan bandnya itu, hingga ia menjamin musik band barunya ini tampil lebih nge-rock dibandingkan ADA band. "Saya yakin dalam prosesnya, orang akan melihat perbedaannya. Apalagi saat ini ADA band musiknya sudah berubah lebih nge-pop. Nah, kalau band saya ini lebih keras dikit," katanya.

    Aguslia Hidayah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.