Dari Jazz Gunung II : Hangat Syaharani di Suhu 8 Derajat Celcius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Jazz Gunung II di puncak Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (3/7). TEMPO/ Wahyuana

    Festival Jazz Gunung II di puncak Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (3/7). TEMPO/ Wahyuana

    TEMPO Interaktif, Probolinggo - Semarak festival Jazz Gunung II yang tengah berlangsung hari ini, Sabtu (3/7), menghangatkan puncak Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, yang bersuhu 8 derajat celcius.

    Ratusan warga suku Tengger yang mendiami Bromo, para penggemar jazz dari berbagai kota, dan para turis tampak antusias menikmati sajian-sajian musik jazz di tengah suhu dingin, dengan berbalut jaket dan syal. “Ini festival jazz unik satu-satunya di dunia, diadakan di panggung terbuka pada ketinggian 2.000 meter dpl,” ujar Sigit Pramono, penggagas festival ini.

    Festival dibuka sejak pukul 14.00 WIB siang tadi, dan akan berakhir pada tengah malam ini. Menampilkan sejumlah musisi jazz seperti ESQI:EF feat Syaharani & Donny Suhendra, I Wayan Balawan & Batuan Ethnic Fusion, TDF Percussion dari komunitas jazz 26 Surabaya, Androgin Malang dari Malang, dan Monday Night Band dari komunitas Jazz Yogyakarta. Dengan host yang kocak dan menghibur dengan guyonan-guyonannya, Butet Kertaredjasa dan Jaduk Ferianto.

    Panggung jazz ditempatkan di antara lereng-lereng pegunungan Bromo, di Desa Wonotoro, Sukapura, Probolinggi, Jawa Timur, sehingga menyuguhkan pemandangan yang elok dan asri, menambah semarah festival ini.

    “Jazz gunung merupakan kombinasi sajian musik jazz dengan panorama alam yang luar biasa. Ini bagian dari upaya rebranding Bromo, agar Bromo tak hanya dikenal sebagai tempat matahari terbit terindah,” ujar Sigit.

    Acara dibuka dengan seni Jathilan dari grup kesenian masyarakat Tengger setempat yang berkolaborasi dengan Jaduk Ferianto. Kemudian diikuti dengan penampilan TDT Percussion, Balawan dan Batuan Ethnic Fusion Androgin, Jaduk Kolaborasi dengan grup kesenian setempat Wargo Budoyo, Monday Night Band, dan puncak acara dihangatkan dengan penampilan diva jazz Syaharani.

    Suara serak-serak jazzy dari Syaharani dan penampilannya yang tetap menarik mampu menghangatkan suasana festival. Ratusan penonton tampak tak beranjak di tengah dingin Bromo yang akhir pekan ini mencapai 8 derajat celcius. “Ini festival kedua, semoga bisa menjadi acara tahunan di Bromo,” ujar Sigit Pramono, fotografer, bankir, dan pemilik Java Banana Cottage yang menjadi tempat festival ini diadakan.

    Penggemar jazz di Malang, Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, dan Lumajang, masih ada waktu jika ingin bergabung menikmati kehangatan penampilan jazzy Syaharani.

    Wahyuana


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.