Agenda Seni Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - TEMPO Interaktif, Jakarta

    In the Arts Island Performance” 2010

     

    Waktu: 23 Juni – 1 Juli 2010

    Tempat: Bandung, Ubud, Malang, dan Yogyakarta

     

    23 Juni 2010, Museum Barli, Bandung, Jawa Barat

    26 Juni 2010, House Mask & Puppet, Ubud, Bali

    29 Juni 2010, Kampung Seni Ngroto Joyo, Malang, Jawa Timur

    1 Juli 2010, Padepokan Joko Pekik, Yogyakarta

     

    Seniman dan Peserta:

     

    Luar Negeri:

    Tony Yap (Australia), Yumi Umiumare (Jepang/Australia), Michael Hornblow (Selandia Baru), Brendon O'conor (Irlandia)

     

    Dalam Negeri:

    Agung Gunawan, Memet CH Slamet, Jasmine Okubo (Bali), Dewi Aryani (Bali), Guntur Solo (Surakarta), Aris Kediri (Kediri), dan 20 seniman dari Komunitas Kampung Seni Tradisi Ngroto Joyo (Malang)

     

     

    Pameran Seni Rupa Indonesia Art Award 2010 "Contemporaneity"

     

    Waktu: 17 – 27 Juni 2010

    Tempat: Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur 14 (depan stasiun Gambir), Jakarta Pusat

     

    Pameran ini menampilkan 94 karya finalis dan penerima penghargaan Indonesia Art Award (IAA) 2010 dan sekaligus diresmikan sebagai biennale (pameran dua tahunan). Pameran ini mengangkat tema "contemporaneity" atau kesejamanan, yang dielaborasi oleh Jim Supangkat, ketua juri IAA, dengan mengajak untuk mendiskusikan kembali apa itu wacana seni rupa kontemporer.

     

    Jim, misalnya, tertarik pada penghubungan kesejamanan dengan tegangan di antara globalisasi yang membawa tanda-tanda hegemoni dengan keanekaragaman yang dilepas oleh dekolonisasi. Tegangan ini menunjukkan pertarungan citra seni kontemporer global yang sekarang ini terjadi. Pertarungan citra ini berpangkal pada pertanyaan: apakah seni kontemporer global memunculkan keseragaman atau justru keragaman.

     

     

    Pameran Seni Grafis "The Doublefold Dream of Art: 2RC between the Artist and Artificer"

     

    Waktu: 4 – 24 Juni 2010

    Tempat: Gedung B & C, Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur 14 (depan stasiun Gambir), Jakarta Pusat

     

    Untuk merayakan hari nasional Italia (2 Juni), Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia dan Pusat Kebudayaan Italia Jakarta, didukung oleh Kamar Dagang Italia dan Biasa Artspace, mempersembahkan sebuah pameran seni grafis "The Doublefold Dream of Art: 2RC between the Artist and Artificer" yang dikurasi oleh kritikus seni Prof. Achille Bonito Oliva.

     

    Setelah pameran ini berkeliling di beberapa akademi seni di Cina dan terakhir dipamerkan di Museum of Art of the Seoul National University, pameran yang bekerja sama dengan 2RC ini membawa koleksi besar seniman seni grafis Italia dan seniman dari pelbagai negara ke Indonesia. Pameran berlangsung di tiga tempat berbeda, yakni Selasar Sunaryo Art Space, Bandung; Galeri Nasional Indonesia, Jakarta dan Sangkring Art Space, Jogjakarta.

     

    Seniman: Pierre Alechinsky, Afro Basaldella, Max Bill, Alberto Burri, Alexander Calder, Giuseppe Capogrossi, Eduardo Chillida, Pietro Consagra, Pietro Dorazio, Lucio Fontana, Adolph Gottlieb, Renato Guttuso, Jannis Kounellis, Juri Kuper, Giacomo Manzu’, A.R. Penck, Beverly Pepper, Arnaldo Pomodoro, Gio’ Pomodoro, Pierre Soulages, Giuseppe Santomaso, Shu Takahashi, Joe Tilson, Walasse Ting, Victor Vasarely.

     

     

    Refugee Film Week

     

    Waktu : 14 – 24 Juni 2010

    Tempat: Kineforum, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya 73, Menteng, Jakarta Pusat

     

    Refugee Film Week adalah waktu untuk bersama mengenal lebih dekat persoalan para pengungsi di dunia saat ini. Pengungsi adalah bagian dari persoalan sosial yang sebetulnya sangat dekat dengan kita. Dalam program ini kita tidak hanya akan menonton film, tapi juga berdiskusi tentang masalah pengungsi di Indonesia. Program ini dikerjakan bersama dengan Jesuit Refugee Service Indonesia.

     

     

    Pameran Fotografi Meksiko & Indonesia "Saling Menatap/Looking at Each Other"

     

    Waktu: 14 – 27 Juni 2010

    Tempat: Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta

     

    Merupakan pameran fotografi karya Marcela Taboada dari Meksko dan Desiree Harahap dari Indonesia. Pameran ini didukung oleh pemerintah Meksiko, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia dan beberapa perusahaan swasta. Pameran ini akan dipamerkan keliling di beberapa kota di Indonesia.

     

     

    Pameran Gambar Nasirun di Sarang Ahli Gambar

     

    Waktu: 12 – 30 Juni 2010

    Tempat: Galeri Sanggar Bambu, Jalan Akhmad Dahlan No. 17 A, Yogyakarta

     

     

    The Collectors' Turn

     

    Waktu: 11 – 25 Juni 2010

    Tempat: Lawangwangi Art & Science Estate, Dago Giri 99, Bandung, Jawa Barat

     

    Seniman: Agus Suwage, Dede Eri Supria, Dikdik Sayahdikumullah, Entang Wiharso, Galam Zulkifli, Handiwirman Saputra.

    Kurator: Asmudjo Jono Irianto

     

     

    Pameran Tunggal Perupa Bob Sick's “BOBVARIUM”

     

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Srisasanti Art House, Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta

     

    Srisasanti Syndicate mempersembahkan pameran tunggal seorang seniman eksentrik yang namanya begitu meroket dan jadi buah bibir pada 2007 lalu dengan karya-karya naïf, dan provokatifnya. Dialah Bob Sick Yudhita Agung, seniman asal Yogyakarta yang mengaku mendedikasikan diri dan hidupnya hanya demi seni, sehingga rela merajam dirinya dengan berbagai tato di tubuhnya dari mulai wajah sampai seluruh badan. Bob Sick menampilkan sekitar 15 karya lukisnya dengan mengusung tema “Bobvarium” yang menakjubkan dan termasuk salah satu presentasi paling mutakhir dari seni kontemporer kita bulan ini.

     

     

    Pameran dan Peluncuran Buku Made Budhiana: Melintas Cakrawala / Crossing The Horizon

     

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Maha Art Gallery, Club House Bali Beach Golf Course, Jalan Hang Tuah No. 58, Sanur, Bali

     

    Made Budhiana lebih dulu dikenal sebagai pelukis abstrak. Meski ia masih tetap melukis abstrak, ia juga seorang perupa yang kreatif, baik dari aspek gagasan maupun dari aspek eksperimentasi media. Sebagai perupa kreatif, gagasan-gagasannya seringkali tak terduga, spontan dan segar. Ia tak selalu terpaku pada bidang kanvas belaka; melainkan juga memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam pemanfaatan media lain sebagai ekspresi kreatifnya.

     

    Kencederungan ini semakin kuat ketika ia menamatkan studinya dari ISI Yogyakarta pada 1987. Karena itu lebih baik kita menyebutnya sebagai perupa kreatif daripada hanya sekadar pelukis abstrak mengingat perantauan kreatifnya melintasi sekat-sekat seni rupa konvensional.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.