Asrul Dahlan: Dari Sepak Bola Terjun ke Film  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asrul Dahlan (kanan) bersama pemain film Tanah Air Beta. 21cineplex.com

    Asrul Dahlan (kanan) bersama pemain film Tanah Air Beta. 21cineplex.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Aktor film, Asrul Dahlan, rupanya memendam bakat sebagai pemain sepak bola. Setiap melihat bola, dia selalu tergoda untuk bermain. Maklum sebelum berkarir di dunia hiburan, Asrul merupakan pemain sepak bola PSMS Junior di Medan Sumatera Utara. "Saya masuk saat kelas 3 SMP," ujarnya kepada Tempo di Plaza Senayan, kemarin.

    Aktor yang melejit lewat sinetron Para Pencari Tuhan ini sering bermain sebagai bek kanan. Sebelum masuk ke klub PSMS Junior, Asrul tergabung dalam klub Bintang Utara Medan. Saat ada seleksi masuk PSMS Junior Asrul pun ikut serta.

    Pria 39 tahun ini masuk dalam 25 anak yang terpilih dari 300 peserta yang ikut seleksi. Tapi sayang baru dua bulan berjalan, dia dipanggil orang tuanya pindah ke Jakarta. Asrul pun mengikuti keinginan orang tua.

    Di Jakarta Asrul kesulitan menyalurkan bakat sepakbola. Dia ogah melamar jadi pemain Persija Junior. "Saya pendukung ayam kinantan (julukan PSMS Medan) sejati," katanya. Alih-alih berlatih sepak bola, Asrul kerap nongkrong di sanggar teater Taman Ismail Marzuki. Dari sinilah Asrul memulai bakat seninya. "Diajak kakak," katanya.

    Rupanya Asrul tertarik dengan teater. Lulus SMA Asrul menimba ilmu seni di Institut Kesenian Jakarta. Meski tidak sampai tamat, Asrul tetap bertahan di dunia seni peran. Dia mengawali sebagai pemain figuran dalam film yang diproduseri oleh sutradara gaek, Deddy Mizwar. "Dari Bang Haji (panggilan Deddy) saya banyak belajar," katanya.

    Kini Asrul kerap terlihat di film-film layar lebar. Empat film telah dia bintangi, dua diantaranya ditayangkan tahun ini yaitu Alangkah Lucunya Negeri Ini dan Tanah Air Beta.

    AKBAR TRI KURNIAWAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.