Panggung Musikal Aji Killip  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panggung musikal 'Aji Killip' di Teater Salihara, Jakarta. Foto-foto:TEMPO/Aryus P Soekarno

    Panggung musikal 'Aji Killip' di Teater Salihara, Jakarta. Foto-foto:TEMPO/Aryus P Soekarno

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Nun di pedalaman Kalimatan Timur tinggalah seorang anak bernama Aji Killip. Ia memiliki kebiasaan buruk: gemar merusak tanaman di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kebiasan buruk Aji kian menjadi-jadi setelah ia mahir menggunakan mandau – senjata tradisional Kalimantan.

     

    Sepak terjang Aji membuat gerah neneknya. Hingga suatu hari nenek Aji mendapat ide untuk membuat cucunya itu jera. Saban menjelang tidur, sang nenek bercerita kepada Aji Killip. “Orang yang suka merusak tanaman pada suatu ketika akan balik didatangi dan mungkin dimangsa oleh tanaman-tanaman itu,” tutur sang nenek.

     

    Cerita itu rupanya cukup ampuh. Apalagi, setelah pada suatu malam sang nenek menggantungkan sejumlah topeng di sekeliling rumah dan pada tanaman-tanaman yang dirusak oleh Aji Killip. Hingga akhirnya Aji jera dan tak lagi merusak tanaman.

     

    Drama musikal anak-anak yang dipentaskan di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Ahad siang dan sore tadi cukup menarik. Selain menghadirkan dongeng bertopeng arahan sutradara Tom Ibnur dan Deddy Luthan, panggung musikal itu juga menampilkan tari-tarian dari pedalaman Kalimantan.

     

    Tari-tarian itu, antara lain, tari Kancet Temenggang, Kancet Lasan, Kancet Mendau, dan Gantar (Giring-giring) Belian.

     

     

    KALIM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.