AGENDA SENI HARI INI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panggung Musikal Opera Jelajah Anak Indonesia Aji Killip di Teater Salihara, Jakarta. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    Panggung Musikal Opera Jelajah Anak Indonesia Aji Killip di Teater Salihara, Jakarta. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    TEMPO Interaktif, Jakarta

    Panggung Musikal Opera Jelajah Anak Indonesia “Aji Killip”

     

    Waktu: 20 Juni 2010 Pukul 14.00 & 16.00 WIB

    Tempat: Teater Salihara, Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

     

    HTM: Rp 50.000

    Pelajar/Mahasiswa: Rp 25.000

     

    Aji Killip, seorang anak yang tinggal di pedalaman Kalimantan Timur, memiliki kebiasaan buruk: merusak tanaman di lingkungan sekitarnya – apalagi setelah ia mahir menggunakan mandau (senjata tradisional Kalimantan).

     

    Suatu hari, nenek Aji Killip mendapat ide untuk membuat cucunya itu jera. Malam hari sebelum tidur, sang nenek bercerita kepada Aji bahwa “orang yang suka merusak tanaman pada suatu ketika akan balik didatangi dan mungkin dimangsa oleh tanaman-tanaman”.

     

    Rupanya, karangan nenek tua ini manjur, apalagi setelah pada suatu malam sang nenek menggantungkan topeng-topeng di sekeliling rumah dan pada tanaman-tanaman yang dirusak oleh Aji, hingga si bocah akhirnya jera dan tak lagi merusak tanaman.

     

    Selain menghadirkan dongeng bertopeng oleh Tom Ibnur dan Deddy Luthan, panggung musikal ini juga menampilkan tari-tarian dari pedalaman Kalimantan, seperti Kancet Temenggang, Kancet Lasan, Kancet Mendau, dan Gantar (Giring-giring) Belian.

     

     

    Pameran Seni Rupa Indonesia Art Award 2010 "Contemporaneity"

     

    Waktu: 17-27 Juni 2010

    Tempat: Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur 14 (depan stasiun Gambir), Jakarta Pusat

     

    Pameran ini menampilkan 94 karya finalis dan penerima penghargaan Indonesia Art Award (IAA) 2010 dan sekaligus diresmikan sebagai biennale (pameran dua tahunan). Pameran ini mengangkat tema "contemporaneity" atau kesejamanan, yang dielaborasi oleh Jim Supangkat, ketua juri IAA, dengan mengajak untuk mendiskusikan kembali apa itu wacana seni rupa kontemporer.

     

    Jim, misalnya, tertarik pada penghubungan kesejamanan dengan tegangan di antara globalisasi yang membawa tanda-tanda hegemoni dengan keanekaragaman yang dilepas oleh dekolonisasi. Tegangan ini menunjukkan pertarungan citra seni kontemporer global yang sekarang ini terjadi. Pertarungan citra ini berpangkal pada pertanyaan: apakah seni kontemporer global memunculkan keseragaman atau justru keragaman.

     

     

    Pameran Seni Grafis "The Doublefold Dream of Art: 2RC between the Artist and Artificer"

     

    Waktu: 4-24 Juni 2010

    Tempat: Gedung B & C, Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur 14 (depan stasiun Gambir), Jakarta Pusat

     

    Untuk merayakan hari nasional Italia (2 Juni), Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia dan Pusat Kebudayaan Italia Jakarta, didukung oleh Kamar Dagang Italia dan Biasa Artspace, mempersembahkan sebuah pameran seni grafis "The Doublefold Dream of Art: 2RC between the Artist and Artificer" yang dikurasi oleh kritikus seni Prof. Achille Bonito Oliva.

     

    Setelah pameran ini berkeliling di beberapa akademi seni di Cina dan terakhir dipamerkan di Museum of Art of the Seoul National University, pameran yang bekerja sama dengan 2RC ini membawa koleksi besar seniman seni grafis Italia dan seniman dari pelbagai negara ke Indonesia. Pameran berlangsung di tiga tempat berbeda, yakni Selasar Sunaryo Art Space, Bandung; Galeri Nasional Indonesia, Jakarta dan Sangkring Art Space, Jogjakarta.

     

    Seniman: Pierre Alechinsky, Afro Basaldella, Max Bill, Alberto Burri, Alexander Calder, Giuseppe Capogrossi, Eduardo Chillida, Pietro Consagra, Pietro Dorazio, Lucio Fontana, Adolph Gottlieb, Renato Guttuso, Jannis Kounellis, Juri Kuper, Giacomo Manzu’, A.R. Penck, Beverly Pepper, Arnaldo Pomodoro, Gio’ Pomodoro, Pierre Soulages, Giuseppe Santomaso, Shu Takahashi, Joe Tilson, Walasse Ting, Victor Vasarely.

     

     

    Goelali Children’s Film Festival

     

    Waktu: 12]20 Juni 2010

    Tempat: Miniapolis, Hall C Lantai 3 Plaza Indonesia dan Studio Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

     

    Setelah keberhasilannya menggelar festival film anak pada tahun lalu, tahun ini Goelali Foundation kembali menggelar Goelali Children’s Film Festival dengan tema "A Celebbration of Fun Activities for All Children". Festival ini menggabungkan kegiatan bengkel kerja dan pemutaran film. Total ada 79 film dari Asia dan Eropa yang diputar, termasuk 19 film panjang.

     

    Hampir seluruh kegiatan festival ini gratis. Untuk menonton film, tiketnya dapat diambil di Multifunction Hall Information Desk, Lantai 2 Plaza Indonesia, selama festival pukul 10.00-18.00. Tiket tersedia 2 jam sebelum film diputar. Keterangan lebih lanjut soal bengkel kerja dan jadwal pemuataran film dapat ditengok di situs http://www.goelali.org atau menghubungi (021) 34257337.

     

     

     

    Refugee Film Week

     

    Waktu : 14 – 24 Juni 2010

    Tempat: Kineforum, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya 73, Menteng, Jakarta Pusat

     

    Refugee Film Week adalah waktu untuk bersama mengenal lebih dekat persoalan para pengungsi di dunia saat ini. Pengungsi adalah bagian dari persoalan sosial yang sebetulnya sangat dekat dengan kita. Dalam program ini kita tidak hanya akan menonton film, tapi juga berdiskusi tentang masalah pengungsi di Indonesia. Program ini dikerjakan bersama dengan Jesuit Refugee Service Indonesia.

     

     

     

    Pameran Fotografi Meksiko & Indonesia "Saling Menatap/Looking at Each Other"

     

    Waktu: 14 – 27 Juni 2010

    Tempat: Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta

     

    Merupakan pameran fotografi karya Marcela Taboada dari Meksko dan Desiree Harahap dari Indonesia. Pameran ini didukung oleh pemerintah Meksiko, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia dan beberapa perusahaan swasta. Pameran ini akan dipamerkan keliling di beberapa kota di Indonesia.

     

     

     

    Pameran Desain Sosial "Kids Carenival"

     

    Waktu: 17 – 19 Juni 2010

    Tempat: Pendapa Karta Pustaka Jalan Bintaran Tengah Nomor 6, Yogyakarta

     

    Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta memamerkan 100 karya desain mereka yang mengangkat masalah anak-anak Indonesia masa kini.

     

     

    Pameran Gambar Nasirun di Sarang Ahli Gambar

     

    Waktu: 12 – 30 Juni 2010

    Tempat: Galeri Sanggar Bambu, Jalan Akhmad Dahlan No. 17 A, Yogyakarta

     

     

     

    The Collectors' Turn

     

    Waktu: 11 – 25 Juni 2010

    Tempat: Lawangwangi Art & Science Estate, Dago Giri 99, Bandung, Jawa Barat

     

    Seniman: Agus Suwage, Dede Eri Supria, Dikdik Sayahdikumullah, Entang Wiharso, Galam Zulkifli, Handiwirman Saputra.

    Kurator: Asmudjo Jono Irianto

     

     

    Pameran Seni Rupa "The Doublefold Dream of Art"

     

    Waktu: 4 Juni – 24 Juni 2010

    Tempat: Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta

     

     

    Pameran Tunggal Perupa Bob Sick's “BOBVARIUM”

     

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Srisasanti Art House, Jalan Kemang Raya No. 81, Jakarta

     

    Srisasanti Syndicate mempersembahkan pameran tunggal seorang seniman eksentrik yang namanya begitu meroket dan jadi buah bibir pada 2007 lalu dengan karya-karya naïf, dan provokatifnya. Dialah Bob Sick Yudhita Agung, seniman asal Yogyakarta yang mengaku mendedikasikan diri dan hidupnya hanya demi seni, sehingga rela merajam dirinya dengan berbagai tato di tubuhnya dari mulai wajah sampai seluruh badan. Bob Sick menampilkan sekitar 15 karya lukisnya dengan mengusung tema “Bobvarium” yang menakjubkan dan termasuk salah satu presentasi paling mutakhir dari seni kontemporer kita bulan ini.

     

     

     

    Pameran dan Peluncuran Buku Made Budhiana: Melintas Cakrawala / Crossing The Horizon

     

    Waktu: 26 Mei – 26 Juni 2010

    Tempat: Maha Art Gallery, Club House Bali Beach Golf Course, Jalan Hang Tuah No. 58, Sanur, Bali

     

    Made Budhiana lebih dulu dikenal sebagai pelukis abstrak. Meski ia masih tetap melukis abstrak, ia juga seorang perupa yang kreatif, baik dari aspek gagasan maupun dari aspek eksperimentasi media. Sebagai perupa kreatif, gagasan-gagasannya seringkali tak terduga, spontan dan segar. Ia tak selalu terpaku pada bidang kanvas belaka; melainkan juga memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam pemanfaatan media lain sebagai ekspresi kreatifnya.

    Kencederungan ini semakin kuat ketika ia menamatkan studinya dari ISI Yogyakarta pada 1987. Karena itu lebih baik kita menyebutnya sebagai perupa kreatif daripada hanya sekadar pelukis abstrak mengingat perantauan kreatifnya melintasi sekat-sekat seni rupa konvensional.

     

     

     

    Pameran Fotografi Format Besar: Urban Dream/Mimpi Urban

     

    Waktu: 3 – 21 Juni 2010

    Tempat : Taman Ayodya, Jalan Barito, Jakarta Selatan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.