Anang Mulai Gandeng Aurel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anang Hermansyah (kanan) duet bersama putrinya, Titania Aurelia Nur Hermansyah atau Aurel. TEMPO/Prih Prawesti

    Anang Hermansyah (kanan) duet bersama putrinya, Titania Aurelia Nur Hermansyah atau Aurel. TEMPO/Prih Prawesti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah sukses berduet dengan Syahrini, kali ini, Anang Hermansyah kembali menggandeng rekan baru dalam berduet. Rekan barunya tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah anak sulungnya, Titania Aurelia Nur Hermansyah atau yang lebih akrab disapa Aurel.

    Keduanya nampak serasi kala berada di atas pentas saat mengisi sebuah acara di kawasan Senayan, Sabtu (19/6). Lagu yang mereka bawakan adalah 'Timang-Timang' dan 'Separuh Jiwaku Pergi'.

    Lagu tersebut memang sangat lekat dengan Krisdayanti. Kala dihujani pertanyaan dari para wartawan, Anang pun mengakui kemampuan Aurel berasal dari sang mimi, KD. "Dia jago nyanyi itu ya dari miminya. Aku bilang sama dia (Aurel), ayo dong gantiin mimi," ujarnya di Senayan City, Sabtu (19/6).

    Anang begitu yakin jika Aurel bisa menggantikan KD. Yang membuat Anang yakin adalah Aurel sudah memiliki keberanian untuk menampilkan kemauan dirinya. Di samping itu, Aurel sudah bisa memegang piano.

    "Berati dia sudah siap dan hari ini dia mau begini (menyanyi) berarti sudah serius untuk maju melangkah ke industri musik," tandas pria kelahiran Jember itu.

    Anang juga sudah menyiapkan empat buah lagu yang siap diluncurkan bersama sang buah hati. "Karena karyaku yang bisa aku nyanyiin bersama anakku sudah beranjak dewasa kenapa tidak. Tinggal bagaimana aku menggodoknya," papar Anang.

    Aurel juga mengaku siap menggantikan KD untuk berduet dengan Anang. "Iya kan sudah sering latihan sama pipi," katanya. Kendati demikian, Aurel mengaku enggan untuk mengikuti gaya KD. "Ya nggak maulah. Jadi diri sendiri aku saja," jawab Aurel.

    PRIH PRAWESTI FEBRIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.